Dibantai Kerabat, Warga Mejayan Terkapar Bersimbah Darah 

Madiun, koranmemo.com – Warga Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun kembali di gegerkan dengan adanya peristiwa percobaan pembunuhan. Nanang Mulyono terkapar bersimbah darah  setelah dibantai kerabatnya Nur Hidayat  di tepi Jl. Dieng Rt 13 Rt. 4 Dsn. Porong Desa/Kecamatan Mejayan,  Kabupaten Madiun.

Tetangga korban, Subaki menuturkan penusukkan dilakukan oleh Nur Hidayat yang masih kerabat Nanang, pada hari Minggu (18/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Waktu itu Subaki hendak menjemur cucian baju mengaku kaget melihat Nur dan Nanang sempat kejar-kejaran dan setelah dicek ternyata Nanang telah terkulai lemas dengan baluran darah di tubuhnya.

Nanang yang sempat akan menghindar malah terperangkap jaring net yang memagari tepian jalan. Tak dapat berbuat banyak Nanang pun terkena tusukan di bagian dada dan beberapa bacokan di bagian telapak tangan.

“Saya mau menjermur cucian ada anak kejar-kejaran saya lihat ternyata ada peristiwa ini. Saya kaget, sudah kruntelan di TKP,” katanya, Senin (19/8).

Pensiunan TNI ini mengatakan bahwa diketahui pelaku memiliki gangguan jiwa semenjak dua tahun terakhir. Nur lebih sering berdiam diri di rumah lantaran merasa terancam akan dibunuh oleh seseorang saat keluar rumah.

Mengetahui ulahnya yang diperbuat kepada Nanang, Subaki langsung mengamankan Nur. Saat dilihat Nur membawa senjata tajam berupa pisau dengan memegangi tangannya yang membawa pisau agar tidak melukai lebih banyak orang lagi.

“Mas Nur-nya dulu saya ambil karena bawa pisau , sebenarnya saya gak tau kalau bawa pisau, saya kira cuma pukul-pukulan biasa la ternyata bawa pisau jadi saya amankan dahulu,” ujarnya.

Meskipun Nur memiliki badan yang tidak begitu besar, Subaki yang dibantu oleh rekan dan bapaknya Nur kesulitan melepas genggaman. Bahkan Nur sempat memberontak, akhirnya si bapak memukul tangan Nur dengan keras hingga beberapa kali untuk melepas genggaman pisau yang dibawanya. “Ya sempet berontak saat bawa pisau dilepas paksa, agak kesurupan atau bagaimana,” kata Subaki.

Ditambahkan, antara pelaku dan korban tidak pernah mengalami cek cok, bahkan keduanya memiliki etikad yang baik kepada tetangga. Sementara guna melakukan penyelidikan pelaku tetap diamankan di Polsek Mejayan, korban di bawa ke RSUD Panti Waluyo Caruban untuk dilakukan visum dan kemudian di rujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya guna melakukan operasi terhadap luka tusukan yang dialami.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date