Di Tulungagung, Permohonan Nikah Usia Dini Meningkat 

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung mencatat ada peningkatan permohonan nikah dibawah usia 19 tahun dari tahun 2019 dibanding tahun sebelumnya. Permasalahannya karena sudah hamil duluan hingga anak yang telah putus sekolah sehingga langsung dinikahkan oleh orangtuanya.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Tulungagung, Supriono mengatakan, angka pernikahan anak dibawah 19 tahun sepanjang tahun 2019 ada total 191, meningkat kalau dibandingkan tahun 2018 ada 126 yang mengajukan perkawinan. Permohonan nikah dibawah batas usia ketentuan itu justru didominasi permohonan dari pihak laki – laki.”Total ada 191 yang mengajukan dispensasi perkawinan tahun 2019, laki-laki ada 112 dan 79 perempuan yang mengajukan. Sedangkan tahun 2018,  laki-laki ada 94 dan perempuan 32,” ujarnya, Rabu (12/2).

Supriono mengatakan, undang – undang tentang perkawinan nomor 16 tahun 2019 telah mengubah batas usia anak menikah. Perempuan dan laki – laki dari awalnya batas minimal usia 16 tahun sekarang menjadi 19 tahun. Mereka yang belum mencukupi usia tersebut harus meminta dispensasi nikah ke pengadilan agama sebelum dinikahkan oleh kantor urusan agama (KUA).

“Kebanyakan ada yang sudah hamil duluan, sehingga langsung dinikahkan oleh orangtua. Ada juga yang baru tamat sekolah langsung dinikahkan oleh orangtua,” kata Supriono.

Supriono berharap, orangtua tidak memaksakan anaknya untuk menikah pada usia dibawah 19 tahun. Selain faktor belum memenuhi aturan, usia itu dianggap belum memiliki kematangan dalam sisi psikologis.

“Semua kembali lagi pada orangtua, apalagi jika sudah hamil terlebih dahulu. Maka kalau bisa dijaga anak – anaknya agar tidak terjerumus pada kondisi seperti itu,” tandas Supriono.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date