Di Terminal Tamanan, Terjadi Lonjakan Penumpang 3 Kali Lipat

Kediri, koranmemo.com –– Memasuki arus balik mudik lebaran, terjadi lonjakan penumpang di Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri hingga tiga kali lipat, Minggu (9/6). Ini lantaran, beberapa instansi pemerintahan juga sudah mulai beraktifitas pada hari Senin (10/6). Jika sebelumnya rata-rata jumlah penumpang yang datang maupun berangkat hanya berkisar 3.500 orang, pada musim mudik seperti ini jumlah penumpang bisa mencapai 11.500 orang.

Lonjakan penumpang ini tercatat mulai H-10 atau tanggal 26 Mei lalu, jumlah penumpang tidak langsung mengalami kenaikan, namun berangsur-angsur bertambah setiap harinya. Rata-rata jumlah penumpang sampai H-1, sebanyak 7.000 orang.

“Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri juga berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) di Kota Kediri untuk mengerahkan armada cadangan,” jelas Kabid Angkutan Umum Dishub Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono.

Dikatakan, setidaknya, ada 160 orang (penumpang) tiap jam yang singgah di Terminal Tipe A Tamanan ini. Berkoordinasi dengan pihak PO, diharapkan tidak ada penumpang yang tidak mendapat bus. Pihaknya juga memberikan Kartu Pengawas (KPS) yang berisi trayek atau jalur yang akan dilalui bus tersebut. Selain bus dalam kota, bus antar kota pun diimbau untuk mengoperasikan armada cadangan.

Bahkan, dari pantauan koranmemo.com, calon penumpang yang hendak menuju Surabaya bergegas menuju bus jurusan Kediri-Surabaya. Padahal, rute bus tersebut harus memutar terlebih dahulu melewati Pare, mereka nekat karena khawatir tidak mendapat bus. Sebagian penumpang tetap menunggu di pintu kedatangan dan pemberangkatan bus,  dan berharap mendapat tempat duduk selama perjalanan.

Selain itu, juga terlihat calon penumpang yang menunggu bus di pinggir jalan. Alasan mereka lebih memilih menunggu di pinggir jalan karena jumlah calon penumpang yang berada di terminal lebih banyak.

Dari informasi yang diperoleh koranmemo.com, tercatat jumlah penumpang paling banyak mencapai 11.548 orang pada H+2. Jumlah armada yang biasanya hanya 40 sampi 50 bus, bisa bertambah sampai 70 bus.

Untuk armada melalui jalan tol, petugas terlihat memberikan pemeriksaan lebih. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk pengemudi bus dan surat-surat kelengkapan lainnya, namun juga mencakup kondisi bus seperti rem, lampu rem, lampu sein, lampu utama, dan terutama rem dan ban. Pasalnya, armada tersebut menampung perjalanan panjang dan rawan terjadi kecelakaan jika bus tidak dalam keadaan baik.

Ditambahkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas Dishub melakukan patroli dengan petugas kepolisian. Mengingat jumlah penumpang yang bertambah, tingkat kerawanan pun juga meningkat, seperti tindak kejahatan. “Ini untuk mencegah jika ada orang yang hendak berniat jahat. Kalau seperti ini, biasanya paling rawan adalah copet,” ucap Bambang.

Reporter: Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date