Di Pesantren Ini, Santri Juga Belajar Wirausaha

Share this :

Jombang, koranmemo.com РBiasanya, santri di sejumlah pondok pesantren untuk belajar memperdalam ilmu keagamaan saja. Tapi kegiatan berbeda dilakukan oleh para santri Pondok Pesantren At-Tahdzib.

Di pondok yang ada di Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro itu, santri juga diajari wirausaha.
Seperti penetasan ikan, belajar bercocok tanam layaknya petani bahkan hingga praktik pertukangan. Diharapkan, kelak setelah lulus, selain menjadi pendidik agama yang mumpuni, santri juga menjadi warga yang mandiri dari segi ekonomi.”Kelak ketika santri kembali ke tengah-tengah masyarakat, sudah tidak canggung lagi untuk menekuni wirausaha seperti yang diajarkan saat mondok,” kata Pengasuh Ponpes At-Tahdzib, KH Ahmad Masruh Ihsan, kepada wartawan, Jumat (1/5).

KH. Ahmad menuturkan, saat ini di pesantren hanya menyisakan pengurus dan sejumlah santri saja untuk menjaga pesantren. Ini sebab sejak pandemi covid-19, ribuan santri luar kota, terpaksa dipulangkan.

“Pertengahan maret lalu ada sekitar 1.750-an santri sudah dipulangkan. Mereka kami minta kembali setelah pandemi corona reda dan tentunya setelah diperbolehkan pemerintah,” sambung KH. Ahmad.

Kendati sebagian besar santri telah dipulangkan, namun selama ramadan ini, aktivitas rutin seperti mengaji kitab kuning dan lain sebagainya, di bawah bimbingan ustadz, tetap berjalan. Kegiatan belajar wirausaha tersebut baru dilakukan setelah mengaji.

“Usai mengaji, baru anak-anak mulai belajar (wirausaha, red). Misalnya ketika belajar soal penetasan ikan. Mereka mempelajari setiap proses perkembangbiakannya. Mulai dari mengenali ikan indukan yang siap (kawin, red) dijadikan satu dengan pejantan, di kolam khusus sampai nanti jadi benih ikan siap jual,” ujarnya.

Sedangkan untuk yang menekuni pertukangan, lanjut KH. Ahmad juga melakukan aktivitas pembangunan pesantren setempat.

“Jadi intinya praktik langsung. Seperti beberapa waktu lalu, ketika akan melakukan pemasangan galvalum. Karena belum ada pengalaman, saya panggilkan tukang. Nah, disini tukang saya minta sekaligus mengajari anak-anak. Hasilnya, waktu pemasangan berikutnya, sudah bisa dilakukan sendiri,” tutupnya.

Reporter : Taufuqur Rachman / Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu