Dewan Tuding Proyek Taman Dungus Asal-Asalan

Ngawi, koranmemo.com – Pembangunan proyek zona lingkungan sculture Taman Dungus yang dikerjakan CV Sugih Waras Bangun Persada menuai sorotan. Komisi IV DPRD Ngawi menilai proyek yang menelan biaya Rp 2 miliar itu dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB).

Hal itu terungkap saat dewan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek di Dusun Dungus, Desa Karangasri, Kecamatan / Kabupaten Ngawi.

Adapun temuan Dewan, ada kekurangan ketebalan landasan yang seharusnya 10 cm,  hanya 8,5 cm. “Pekerjaannya asal-asalan dan tidak sesuai RAB,” kata Ketua Komisi IV DPRD Ngawi Slamet Riyanto, Rabu (05/12).

Bahkan, progres proyek Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu, jelasnya, masih jauh dari target. Saat ini baru mencapai 39 persen, padahal batas waktu pelaksanaan hanya sampai 12 Desember 2018. “Proyek ini jelas tidak mungkin selesai, 50 persen saja belum,” ungkapnya.

Dewan minta agar DLH tidak melakukan pembayaran sebelum pekerjaan selesai sesuai kontrak.”Ya dibayar yang dikerjakan itu jika sesuai spesifikasi, kalau tidak sesuai ya tidak bisa dibayar,” tegasnya.

Terpisah, Dodi Aprilia Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah memberikan peringatan terhadap pihak rekanan. Namun, rekanan berdalih pekerjaan lainnya ada yang lebih dari spesifikasi. “Kami sudah berulang kali memperingatkan namun mereka berdalih pekerjaan sudah sesuai spesifikasi yang ada,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Dodi, pihaknya sudah memberikan surat peringatan, surat teguran dan juga surat keterlambatan pekerjaan terhadap rekanan.”Kami sudah sesuai prosedur, tapi rekanan pelaksana kurang ada respon,” tandasnya.

Ditambahkan, faktor keterlambatan pekerjaan tersebut diantaranya, kurangnya tenaga kerja, belum tercukupinya material seperti bata, pasir serta bahan untuk rolag dan pekerjaan beton, pekerjaan fabrikasi yang belum didatangkan, alat berat yang belum didatangkan serta pekerjaan beton monumen yang belum dikerjakan.

Reporter Dika Abdilah/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date