Dewan Desak Hentikan Pembangunan PG Kaulon

Blitar, koranmemo.com – Pendirian Pabrik Gula (PG) PT Olam Sumber Manis yang kuat dugaan izinya bermasalah langsung direspon oleh DPRD Kabupaten Blitar. Pihak DPRD mengapresiasi massa yang peduli terhadap nasib petani akibat dampak berdirinya pabrik gula ini.

Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo mengatakan, sebelumnya dewan juga investigasi terkait terbit izin prinsip dan izin lokasi pabrik Olam. Hanya saja sebelum dewan  memanggil dinas terkait untuk menanyakan teknis penerbitan izin yang telah turun, sudah didahului warga yang demo ini.

“Jadi kita juga melakukan penggalian data dan menyimpulkannya. Dan rencana kita akan mengadakan rapat kerja dengan mengundang beberapa OPD. Kita akan panggil bappeda, dinas pertanian, bangkesbangpol, terkait izin yang dikeluarkan dinas penanaman modal tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga membenarkan peraturan seperti dipaparkan pihak pendemo kalau pendirian pabrik minimal harus mempunyai 20 persen lahan.

Sehingga akan menimbulkan kekurangan lahan ditambah pabrik ini adalah pabrik gula kedua yang akan dibangun yang sebelumnya sudah ada Pabrik Gula Rejoso Manis di Kecamatan Binangun.

“Jadi benar seperti dikatakan kawan FPPM dua pabrik gula bisa berdiri asal skalanya kecil-kecil. Besok kita akan koordinasi dengan teman pertanian berapa produksi tebu dari petani warga non Perhutani. Tugas kita di komisi 1 adalah mengkaji apakah peraturan secara teknis ini sesuai peraturan. Jadi tidak menutup kemungkinan kita rekomendasi menghentikan pembangunan pabrik gula apabila tidak sesuai peraturan,” kata Wasis.

Reporter: Arief juli prabowo

Editor: Achmad Saichu