Deretan Kios di Sekitar Dumpil Exit Tol Manker Rata dengan Tanah

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Deretan kios di sekitaran Dumpil Exit tol Mantingan – Kertosono (Manker) akhirnya rata dengan tanah. Tak ada lagi aktivitas penjual makanan atau pun penitipan sepeda motor. Alat berat sudah menggusur bangunan semi permanen tersebut.

Tak terkecuali deretan ruko di sisi selatan jalan menuju Kecamatan Sawahan tersebut. ‘’Saat ini masih berlangsung pembongkaran. Karena disana akan dijadikan perempatan,’’ jelas Direktur utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno.

Dikatakan, proses pembebasan lahan dan penggantian kios tersebut sudah klir. Sehingga PT Waskita Karya yang menggawangi pembangunan tol Manker paket I itu berani membongkarnya.

Kios pengganti yang berada di barat deretan kios yang tergusur itu juga sudah mulai dibangun. Sehingga, para pedagang tak perlu lama-lama menganggur lantaran tak bisa jualan. ‘’Kalau belum klir, tidak mungkin kami berani menggusurnya,’’ tuturnya.

Namun, sembari para pedagang menanti pembangunan kios selesai dilaksanakan, para pedagang dipulangkan terlebih dahulu. Mereka tetap mendapatkan kompensasi dari pihak pelaksana karena tidak dapat berjualan. Sebab, berjualan di kios tersebut mayoritas menjadi mata pencaharian warga setempat. ‘’Prinsipnya, semua yang terdampak pembangunan tol ini, tetap mendapatkan ganti,’’ ujarnya.

Dikatakan, pembangunan di titik Dumpil Exit itulah yang cukup memakan waktu. Hingga akhirnya, rencana pengoperasian jalan bebas hambatan pada awal bulan ini terpaksa mundur. Entah, molornya pengoperasian jalan tol sepanjang 49,5 kilometer itu sudah keberapa kalinya.

Mengingat, target pembangunan jalan tol itu sejatinya sudah berakhir pada pertengahan tahun lalu. ‘’Masalah pembebasan lahan. Kami tidak bisa apa-apa kalau tanahnya belum bebas,’’ ungkapnya.

Apalagi, di titik Dumpil Exit itu bukannya tanah warga biasa yang terdampak. Melainkan tanah swadaya masyarakat. Kendati luasnya hanya sekitar 3.000 meter persegi, namun mencari pemilik tanah tersebut tidaklah gampang.

Mengingat, pemiliknya bukan hanya seorang. Memastikan dan mengumpulkan pemilik petak demi petak tanah itu pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. ‘’Kalau untuk harganya tidak ada masalah. Appraisal yang disampaikan, diterima. Hanya mencari pemiliknya yang sulit,’’ paparnya.

Ditargetkan, pembangunan di titik Dumpil Exit itu tidak akan kelewat akhir bulan ini. Pekan kedua atau ketiga Maret dipastikan pembangunan sudah kelar. Sehingga, dalam waktu dekat bisa dioperasikan secara penuh. Mengingat, pembangunan main road tol Manker itu sudah selesai jauh-jauh hari sebelumnya. ‘’Sebenarnya, membangun itu cepat. Asalkan tanahnya tersedia dan sudah benar-benar bebas,’’ paparnya.

Pada titik Dumpil exit itu nantinya bakal berubah dari tampilan sekarang ini. Pertigaan tersebut bakal disulap menjadi perempatan. Kendaraan dari arah Surabaya, jika berbelok ke kiri bakal menuju Madiun. Sedangkan jika berbelok ke kanan menuju arah Kecamatan Sawahan. Sementara kendaraan dari arah Madiun, jika berbelok ke kiri, bisa ke Kecamatan Sawahan, bisa pula masuk ke jalan tol. Jika mereka berbelok ke kanan, maka ke arah Surabaya. ‘’Jadi perempatan besar. Ada traffic light yang nanti mengatur,’’ pungkasnya.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu