Departemen Kesehatan Keluarkan Peringatan Terhadap Infeksi Amuba Pemakan Otak

Share this :

Florida, koranmemo.com – Kasus amuba pemakan otak yang langka ditemukan di Florida, Amerika Serikat. Senin (6/7), Departemen Kesehatan Florida (DOH) mengatakan, warga Florida diminta untuk berhati-hati atas kasus infeksi amuba pemakan otak. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah satu orang di daerah Hillsborough telah terinfeksi amuba yang bernama naegleria fowleri.

Melansir dari BBC, amuba mikroskopis bersel tunggal ini dapat menyebabkan infeksi otak dan biasanya menyebabkan kematian pada penderitanya. Amuba jenis ini biasa ditemukan pada air tawar hangat dengan suhu 25-35 derajat celcius dan memasuki tubuh melalui hidung.

DOH sendiri tidak menguraikan di mana warga tersebut terinfeksi oleh amuba tersebut, atau kondisi dari pasien yang terinfeksi. Meski begitu, amuba ini dipastikan tidak menular dari manusia ke manusia.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Amerika Serikat, infeksi amuba jenis ini biasa didapati di wilayah negara bagian selatan. Kasus ini juga sangat jarang ditemukan di Florida dan hanya terdapat 37 kasus sejak tahun 1962.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan, antara tahun 2009 hingga 2018, hanya terjadi 34 infeksi di negara ini. Dari kasus-kasus itu, 30 orang terinfeksi oleh air di tempat rekreasi dan 4 orang terinfeksi oleh air irigasi.

Namun, mengingat konsekuensi infeksi yang sangat mematikan DOH memberikan peringatan kepada warga Hillsborough untuk berhati-hati. Dalam peringatannya, pemerintah mendesak warga setempat untuk menghindari kontak hidung dengan air dari keran dan sumber lainnya.

Sumber air tersebut termasuk perairan terbuka seperti danau, sungai, kolam, dan kanal, di mana infeksi lebih mungkin terjadi pada musim panas. Gejala dari infeksi amuba ini sendiri seperti demam, mual, muntah, serta leher kaku dan sakit kepala. Sebagian besar pasien yang menderita infeksi ini sendiri mengalami kematian dalam seminggu.

DOH menyarankan, warga yang mengalami gejala tersebut untuk segera mencari pertolongan medis, karena penyakit tersebut berkembang sangat cepat. “Ingat, penyakit ini jarang terjadi dan strategi pencegahan yang efektif bisa memungkinkan kegiatan berenang di musim panas tetap bisa dilakukan dengan aman,” kata DOH.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya