Demonstrasi di Iran Berakhir Ricuh “Musuh Kita Ada di Sini”

Share this :

Teheran, koranmemo.com – Demonstran Iran masih bertahan di Teheran setelah dua hari melakukan demonstrasi, Senin (13/1). Demonstrasi terjadi setelah Iran mengakui secara tidak sengaja menjatuhkan pesawat komersial Ukraina saat melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Irak.

Demonstran menghimpun masa di sebuah universitas di Teheran sebelum melakukan demonstrasi, mereka memenuhi beberapa wilayah di Teheran sambil meneriakan “Mereka bohong jika musuh kita adalah Amerika, musuh kita ada di sini,” ujar demonstran yang mayoritasnya adalah perempuan.

Demonstrasi yang berlangsung lama menyebabkan polisi berusaha membubarkan demonstran yang masih bertahan menggunakan gas air mata, kericuhan pun tidak terhindarkan. Kericuhan yang terjadi semakin memperburuk suasana di Iran dan menimbulkan reaksi dari berbagai pihak termasuk Donald Trump.

Donald Trump pada Minggu waktu setempat menulis di Twitter yang ditujukan kepada pemimpin Iran untuk tidak membunuh demonstran dan menyalakan internetnya kembali, biarkan reporter memberitakan secara bebas karena dunia memantau Iran, terutama Amerika.

Jatuhnya pesawat komersial Ukraina akibat misil yang diluncurkan Iran menewaskan seluruh penumpang beserta awak kabin. Dilansir dari The Guardian, 176 orang penumpang meninggal dunia. Berdasarkan data penumpang kejadian ini menewaskan 82 orang Iran, 63 orang Kanada, 11 orang Ukraina, 10 orang Swedia, 4 orang Afghanistan, 3 orang jerman, dan 3 orang Inggris.

Justin Trudeau presiden Kanada menyatakan pihaknya akan terus menuntut keadilan atas hilangnya nyawa rakyat Kanada akibat kejadian itu. Iran juga telah menyetujui Kanada ikut dalam melakukan investigasi.

Kanada akan mengirimkan tim yang terdiri dari konsuler pemerintah dan dua orang dari Transportation Safety Board (TSB) pada tahap pertama. Pihak TSB juga akan mengirimkan timnya lagi pada tahap kedua setelah diketahui kapan dan dimana kegiatan investigasi dilakukan. Tim tahap kedua TSB akan beranggotakan orang yang ahli dalam analisis rekaman pesawat.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya