Demo Tolak PG RMI, Terungkap Izin RTRW Bodong

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Kepastian jawaban dari pihak Pemerintah Kabupaten Blitar terkait tuntutan LSM GPI dan warga Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar sampai saat ini masih belum ada.  Bahkan pejabat kompeten Pemkab Blitar enggan menemui perwakilan pendemo. Mereka hanya diwakili stafnya masing-masing.

Dari keterangan yang disampaikan diketahui jika izin Perda Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW)  tidak bisa dibuktikan, maka dari itu pihak massa menilai jika apa yang dilakukan Pemkab Blitar memberikan izin semuanya ilegal.

“Sayang sekali yang menemui kami tidak orang yang berkopenten, lagi-lagi ketika kami minya jawaban selalu dibalas nanti akan kami sampaikan ke atasan, ” ungkap ketua GPI, Joko Prasetyo.

Dikatakan, pihaknya ingin jawaban yang pasti, kalau  tidak tahu mengenai permasalahan ini jangan ikut campur.  ” Mending kita diajak kumpul audensi bareng biar jelas semuanya,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut pihak Kesbagpol Linmas yakni M Husain akan menjadwalkan audensi.  ” Kita akan menjadwalkan audensi agar permasalahan bisa teratasi, ” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan massa mengatasnamankan Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI)  Blitar demo di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Blitar, Rabu (12/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka datang dengan membawa puluhan bendera dan spanduk bertuliskan usut tuntas kasus pabrik gula PT Rejoso Manis Indo (RMI)  yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan terkait  izin, pembelian tanah dan penutupan pembangunan pabrik.

“Kami datang untuk meminta pihak Pemkab Blitar membatalkan investasi Pabrik Gula Rejoso yang dinilai menyalahi aturan. Ini masih permulaan jika aksi kami tidak digubris maka kami akan terus mengawal kasus ini,” jelas Ketua LSM GPI Joko Prasetyo.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.