Demo Jelang Vonis SS

Share this :

Serahkan Obat Masuk Angin

Massa Tuntut Hukuman Terberat

Kediri, Memo –┬áSetelah beberapa kali menjalani proses persidangan, hari ini, Kamis (19/5) Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri akan membacakan vonis terhadap Soni Sandra (65) tersangka kasus pencabulan terhadap beberapa anak di bawah umur yang sempat menghebohkan masyarakat lantaran proses hukum atas pengusaha dikenal berduit tebal itu cukup alot.

Perwakilan massa memberikan obat masuk angin sebagai simbol agar PN Kota Kediri tidak masuk angin dalam menjatuhkan vonis Sony Sandra. (amid/memo)
Perwakilan massa memberikan obat masuk angin sebagai simbol agar PN Kota Kediri tidak masuk angin dalam menjatuhkan vonis Sony Sandra. (amid/memo)

Menjelang sidang putusan, beberapa aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (18/5). Mereka meminta majelis hakin untuk tidak main-main dalam memutuskan vonis atas Soni. Tak hanya itu, massa juga menuntut agar Soni dijatuhi hukuman terberat hingga hukuman kebiri.

Habib, selaku koordinator aktivis LSM Brantas mengatakan, pihaknya terus memantau proses persidangan di pengadilan. Bahkan, dalam orasinya ia mendesak majelis hakim untuk dapat memutuskan hukuman seberat-beratnya kepada terdakwa Soni Sandra alias SS.

“Aksi hari ini (kemarin) sebelum putusan dilakukan, kami ingin majelis hakim tidak masuk angin. Sehingga hukuman yang diterima terdakwa dapat maksimal,” ungkapnya.

Puluhan pendemo juga mendesak agar hakim yang menyidangkan kasus tersebut menghukum semaksimal mungkin dari tuntutan Kejaksaan Negeri. Yaitu dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan. Apabila majelis menjatuhkan vonis hanya setengah dari tuntutan, para aktivis ini akan kembali melakukan unjuk rasa.

“Kami mengingatkan agar Hakim menghukum seberat-beratnya, kalau perlu ditambahi hukuman kebiri. Kita rakyat kediri mengingatkan agar hakim bisa menghukum seberat-beratnya,” kecamnya.

Masa juga mengajak pengadilan untuk berkomitmen untuk bersama-sama melawan kasus-kasus moral, khususnya kasus Sony Sandra ini. Bahkan masa juga menyerahkan obat masuk angin kepada PN Kota Kediri. Obat tersebut diberikan agar pengadilan tidak masuk angin dalam menjatuhkan hukuman.

“Ini hanya sebagai simbol agar Pengadilan tidak masuk angin dalam memvonis Sony Sandra,” tandasnya.

Sementara, Humas PN Kota Kediri, Reza Himawan Pratama menaggapai desakan para pendemo. Pihak pengadilan akan tetap berkomitmen menjalankan aturan hukum dan dasar peraturan Undang-Undang dalam menjatuhkan vonis. Majelis hakim akan mempertimbangkan berbagai aspek dan fakta di persidangan sebelum menjatuhkan putusan.

“Sejauh ini tidak ada persiapan dalam putusan besok, yang jelas kita tetap berkomitmen menjalankan aturan hukum dan dasar hukum yang ada,” ujarnya dihadapan aktivis.

Seperti diberitakan sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Kediri menuntut agar pengusaha aspal ini dijatuhi hukuman selama 13 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta. Hasil keputusan itu akan diketahui hari ini pada persidangan di PN Kota Kediri.(ram)