Dekranasda Ciptakan Pembatik Profesional, Munculkan Motif Batik Khas Daerah

Nganjuk, koranmemo.com –  Sebanyak 15 orang yang berprofesi sebagai pengrajin batik di Kabupaten Nganjuk mengikuti pelatihan membatik, 8-12 Oktober 2019 di Ruang Pertemuan Disperindag Nganjuk. Kegiatan ini sebagai pembinaan dan pelatihan kerja bagi tenaga kerja maupun masyarakat melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk, Hj. Yuni Rahman Hidayat S.E., yang membuka kegiatan secara langsung, berharap kegiatan ini mampu membawa manfaat secara langsung bagi masyarakat. Dengan adanya pembinaan dan pelatihan kerja diharap memunculkan motif-motif batik khas Nganjuk hasil inovasi pembatik profesional asli Nganjuk.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang luar biasa bagi para peserta pelatihan, yakni para pembatik profesional di Nganjuk. Motif batik di Nganjuk yang sudah ada adalah Jaya Stamba dan Nyawiji,” ungkap Bunda Yuni.

Bunda Yuni juga menyampaikan, pada tahun 2020 mendatang Bupati Nganjuk akan mengeluarkan Perbup yang mewajibkan bagi para ASN, BUMN, hingga sekolah di segala tingkatan untuk memakai batik khas Nganjuk.

Sementara itu, Kepala Disperindag Nganjuk, Dra. RR. Heni Rochtanti MM., menyatakan untuk ke depan para peserta diharapkan mampu membagikan ilmu yang telah didapat kepada karyawannya. “Dengan begitu keterampilan membatik semakin berkembang di masyarakat, pada akhirnya bermuara pada peningkatan perekonomian para penggiat UMKM di Kabupaten Nganjuk,” tandasnya.

Untuk diketahui, guna mendukung kegiatan ini Disperindag Nganjuk menghadirkan RISQI Batik, salah satu perusahaan batik malam dingin, batik cap,  dan alat-alat batik terkenal dari Surakarta, Jawa Tengah. Risqi Rahmat Ramadhansah juga ditunjuk sebagai owner tim pelatih para peserta. (adv/humas pemkab nganjuk)

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date