Debat Pertama Selesai, Ini Evaluasi KPU Kota Blitar

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Debat pertama pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Blitar sudah kelar. Meski begitu, KPU Kota Blitar bakal mengevaluasi. Evaluasi itu kaitannya dengan adanya segmen yang belum sesuai dengan harapan.

Yakni segmen debat terbuka pada sesi akhir. “Iya kami akan mengevaluasi soal debat terbuka. Padahal momen ini adalah yang paling ditunggu-tunggu,” kata Ketua KPU Kota Blitar Choriul Umam.

Dijelaskan, debat terbuka menjadi kesempatan bagi pasangan calon wali kota Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto dengan Santoso-Tjutjuk Sunario untuk adu data dan argumentasi. Utamanya adu soal visi dan misi yang selama ini digemborkan. Tapi ternyata kedua pasangan calon tampak menahan diri dan memilih untuk menurunkan suhu debat.

“Kalau kami melihat momen menarik itu di debat terbuka sebenarnya. Hanya saja mungkin ini karena masih awal, masih penyesuaian sehingga mungkin butuh adaptasi bagi kedua paslon. Mudah-mudahan pada debat kedua dan ketiga bisa lebih baik lagi,” kata Choriul, Kamis (22/10).

Baca Juga: Debat Publik Pilkada Kota Blitar Digelar Tiga Kali

Agenda debat kedua menurut Choirul ada beberapa yang bakal disiapkan. “Pada debat kedua atau berikut bisa lebih hangat. Dan yang lebih penting lagi eksplorasi gagasan lebih mengena dan bisa dipahami masyarakat Kota Blitar. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik,” harapnya.

Ditamnahkan, KPU akan menggelar debat Paslon sebanyak tiga kali. Debat pertama membahas tentang kesejahteraan sosial. Debat kedua akan berlangsung pada 10 November tentang tata kelolaan pemerintah. Sedangkan debat ketiga pada 24 November mendatang tentang pembangunan ekonomi.

Sementara itu pantauan koranmemo.com, debat yang digelar di Gedung Kesenian di Jalan Kenari berlangsung lancar dan adem. Pasangan Henry-Yasin yang diusung PKB, Golkar, PKS dan partai nonparlemen banyak memaparkan program ketika dirinya terpilih menjadi wali kota. Seperti kesejahteraan para PKL, kemudahan mengurus izin, pendidikan gratis, kesehatan mudah dan lain sebagainya.

Baca Juga: Jelang Debat Publik, KPU Kota Blitar Rapid Test

Putra sulung mantan Wali Kota Blitar M. Samanhudi Anwar ini tetap mengusung konsep APBD Pro Rakyat dan One for All dan All for One. “Semuanya untuk Kota Blitar bahkan gaji nanti tidak akan saya ambil. Karena ini semata-mata untuk memotivasi warga Kota Blitar lebih maju,” katanya.

Sementara pasangan calon wali Kota Blitar Santoso-Tjutjuk Sunario mengusung konsep besarnya. Yakni soal program Rp 50 juta-100 juta untuk tiap RT. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PPP, Demokrat, Hanura ini mengusung konsep APBD untuk Rakyat. “Dengan pengalaman kami dalam menjalankan roda pemerintah tentu bakal mudah untuk mensejahterakan warga,” kata Santoso.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu