Debat Ketiga Pilwali Kota Blitar, Ada Segmen Bahasa Jawa

Blitar, koranmemo.com – Debat kedua calon wali Kota Blitar bakal ada hal unik. Debat yang digelar pada 24 November ini ada segmen menggunakan bahasa jawa Mblitaran. “Iya, wajib bagi seluruh peserta debat publik, panelis maupun paslon untuk menggunakan bahasa jawa Mblitaran dalam segmen ke empat di debat publik ke tiga nanti,” kata Rangga Bisma Aditya, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM KPU Kota Blitar, Kamis (22/10).

Menurut Rangga, inovasi penggunaan bahasa Jawa Mblitaran pada salah satu segmen debat publik ketiga itu adalah bentuk dari perhatian KPU terhadap kearifan budaya lokal yang hidup di masyarakat Kota Blitar. “Jadi nanti termasuk masyarakat yang memberikan pertanyaan kepada paslon harus menggunakan bahasa jawa Mblitaran,” katanya.

Ia menambahkan, proses pelaksanaan debat publik ke tiga nanti akan membahas tentang pembangunan yang mengarah pada ekonomi daerah. Terutama pada aspek pariwisata yang saat ini menjadi hal utama di Kota Blitar.

Baca Juga: Debat Pertama Selesai, Ini Evaluasi KPU Kota Blitar

Masih seperti biasanya, karena berada di masa pandemi, konsep pelaksanaan debat publik akan diadakan secara terbatas. “Di dalam ruangan hanya diperbolehkan ada 19 orang, terdiri dari 2 paslon (4 orang), 2 orang dari Bawaslu, 2 tim kampanye (8 orang masing-masing 4), dan 5 orang dari KPU,” tambah Rangga.

Baca Juga: Jelang Coblosan, Polres Blitar Kota Cek Senjata

Mengingat pentingnya agenda itu, sebagai sarana pengenalan paslon kepada pemilih, Rangga memberikan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak melewatkan debat publik tersebut. “Masyarakat bisa mengikuti jalannya acara melalui media partner yang sudah ditunjuk oleh KPU, jadi saya imbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap stay tune di rumahnya masing-masing,” imbaunya.

Reporter: Saifudin/ Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu