Data Penerima BLT Dampak Covid-19 di Ngawi Belum Final

Ngawi, koranmemo.com – Proses verifikasi dan validasi data keluarga penerima bantuan langsung tunai (BLT) terdampak Covid-19 bersumber dari Dana Desa (DD) di Kabupaten Ngawi belum klir.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Ngawi Kabul Tunggul Winarno dikonfirmasi membenarkan jika data masih dalam proses verifikasi dan validasi.

“Hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan pihak dinas sosial. Sehingga pada saat nanti data itu sudah valid,” katanya, Selasa (21/4).

Proses pendataan, jelasnya, pihak desa melakukan pendataan siapa saja yang terdampak pandemi covid -19. Selanjutnya kepala desa akan memutuskan keluarga penerima melalui musyawarah khusus.

Lalu Kepala Desa akan mengajukan pada pemerintah kota/ kabupaten untuk disahkan. “Divalidasi di musdes, lalu disahkan oleh kepala desa dan disampaikan ke pemda untuk ditetapkan,” ucapnya.

Dijelaskan, mengenai sasaran dari BLT dana desa ini adalah kelompok prasejahtera, dan tidak terdaftar dalam bantuan sosial dari pemerintah lainnya. Seperti tidak terdaftar Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non-tunai, dan Kartu Prakerja.

“Besaran BLT setiap keluarga Rp 600 ribu selama 3 bulan. Sehingga dalam satu keluarga yang mendapatkan bantuan tersebut totalnya Rp 1,8 juta dalam kurun waktu 3 bulan,” jelasnya.

Reporter Andika Abdilah/Juremi
Editor Achmad Saichu