Dari Asmono Sampai Haryanti Sutrisno

Share this :

H Sukari, 30 Tahun Jadi Sopir Bupati Kediri

Kediri, Koran Memo – Menyesuaikan waktu bertemu dengan pria yang terlihat energik ini bukan persoalan mudah. Karena jam kerja yang padat mendampingi orang penting di Pemkab Kediri. Wartawan koran ini sempat menunggu beberapa saat untuk bertemu pria ini karena masih jam kerja di bagian umum Pemkab Kediri.

H Sukari PNS bagian umum Pemkab Kediri yang sudah tiga puluh tahun jadi sopir bupati Kediri (bakti/memo)
H Sukari PNS bagian umum Pemkab Kediri yang sudah tiga puluh tahun jadi sopir bupati Kediri (bakti/memo)

Setelah lokasi wawancara ditentukan, barulah pria bertubuh sedang dan kekar ini muncul dari ruang kerjanya.”Sudah nunggu lama? Mohon maaf baru menyelesaikan pekerjaan di ruangan,” jelasnya sambil mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan.  Nama lengkapnya H Sukari (55) salah satu PNS yang memiliki tugas istimewa sejak tiga puluh tahun lalu.

Dikatakan tugas istimewa, karena Sukari menjadi sopir alias driver orang nomor satu di Pemkab Kediri. Pengalaman yang tak terlupakan bagi Sukari sepanjang hidupnya adalah ketika dikenalkan oleh perangkat desanya di Tulungagung kepada Letkol Asmono yang saat itu berdinas di Jakarta dan masih bertugas sebagai perwira menengah TNI.

“Dari perkenalan tersebut saya diminta bekerja di rumah Letkol Asmono dan diminta untuk belajar montir. Selama tiga bulan saya jalani dan bisa mengemudi. Selanjutnya kemana-mana saya mengantar Pak Asmono saat tugas. Demikian juga dengan mengantar keluarga Pak Asmono saya selalu siap,” jelasnya.

Di tahun delapan puluhan saat Letkol Asmono menjadi Bupati Kediri, H Sukari diajak ke Kediri dan menjadi driver kepercayaan Letkol Asmono. Sikap disiplin adalah hal yang paling utama yang diajarkan oleh Letkol Asmono ke Sukari hingga sekarang. Sukari menjadi driver Letkol Asmono selama lima tahun menjabat sebagai Bupati Kediri tanpa ada kesalahan.

Di Pendopo Kabupaten Kediri saat itu, jika pagi, Sukari masih menyempatkan diri untuk ikut bersih-bersih di seputar pendopo seperti juga teman-teman lainnya. Maklum saja, Sukari memang tipe orang  tidak mau menganggur atau istilah jawanya moh lumuh. Jadi ada saja yang  dikerjakan agar lingkungan pendopo Kabupaten Kediri selalu terlihat bersih dan rapi.

“Yang paling utama adalah melakukan tugas dengan disiplin tinggi dan siap setiap saat. Karena saya bertugas mengantar Bupati Kediri dan termasuk menjaga keselamatan setiap waktu. Jadi mobil harus benar-benar siap dan harus di cek total sebelum jadwal dinas Bupati Kediri,” ujarnya.

Sukari harus berkoordinasi dengan mekanik untuk selalu cek setiap waktu terkait mobil yang dipakainya. Ini dimaksudkan agar kondisi mobil tetap prima dan terjaga.Karena keselamatan bagian terpenting untuk mengantar Bupati Kediri. Lima tahun usai menjabat Bupati Kediri, pergantian pucuk pimpinan dipegang oleh Kolonel Ruspanji.

Sukaripun tetap dipercaya mengemudikan mobil dinas orang nomor satu di Pemkab Kediri.Semuanya dilakukan dengan totalitas dan ikhlas. “Ketika kepercayaan diberikan kepada saya maka tugas itu akan saya lakukan dengan loyalitas dan pengabdian tulus,” jelasnya.

Ketika Kolonel Ruspanji selesai menjabat Bupati Kediri dan Kabupaten Kediri dipimpin Kolonel Suparyadi, Sukari kembali dipercaya mendampingi Kolonel Suparyadi sebagai drivernya. Sukari selalu mendapatkan pujian karena memiliki kesiapan yang matang dalam bertugas.Sukari belajar sabar dan cermat dari tugas yang diembannya.

Dari Suparyadi selama lima tahun, kepemimpinan Kabupaten Kediri beralih ke Ir Sutrisno. Dua periode kemimpinan Ir Sutrisno,Sukari juga bertindak sebagai driver. Sukari tetap dipercaya sebagai driver yang berpengalaman di lapangan mengantar orang penting di Pemkab Kediri. Dari Ir Sutrisno Kabupaten Kediri dipimpin oleh dr Hj Haryanti Sutrisno dan Sukaripun tetap sebagai driver kepercayaan yang handal.

“Harus tahu jadwal kerja, paham karakter bupatinya, dan harus mengetahui lebih awal lokasinya jika Bupati melakukan kunjungan kerja. Yang utama kondisi fisik harus prima,karenanya saya harus rajin berolahraga setiap pagi dengan lari dan jalan pagi,” jelasnya.

Pria yang lahir di Tulungagung 20 Maret 1961 ini boleh berbangga selalu mendampingi dengan sabar dan ikhlas pemimpinya kemanapun pergi. Dari kesabarannya itulah, ia bisa tersenyum melihat pendidikan tiga  anaknya sukses. Anak pertama alumnus Universitas Gadjah Mada(UGM) dan sudah bekerja di Semen Gresik. Sedang anak kedua masih kuliah di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Anak ketiga baru kelas II SMP.

Tahun 2009 adalah tahun yang tidak bisa dilupakan sepanjang hidup oleh Sukari, karena saat itu ia bisa naik haji bersama keluarga  Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno .Biaya naik haji Sukari, total ditanggung dr Hj Haryanti Sutrisno. Di kantor Sukari selalu dipanggil Pak Haji oleh teman sekantornya. Pria yang tinggal di Desa/Kecamatan Ngadiluwih sangat menyukai tembang campursari sebagai hiburan di kala senggang.

Tanpa terasa obrolah bersama H Sukari berlangsung selama satu jam. Selanjutnya Sukari kembali ke ruang kerjanya untuk merampungkan tugas yang harus selesai hari itu juga. Baginya bekerja harus sabar, ikhlas, telaten, tekun,sabar dan disiplin.Ini salah satu modal utama untuk bekerja dengan total di lingkup Pemkab Kediri.(bak)

 

Follow Untuk Berita Up to Date