Dana Hibah Rawan Dijadikan Media Kampanye

Pacitan, Koran Memo – Kabar akan cairnya anggaran dana desa pada Oktober nanti, diindikasikan dapat dijadikan media kampanye bagi calon petahana yang macong pada pemilihan bupati dan wakil bupati serentak di 228 kabupaten/kota, seluruh Indonesia.

Karena itu lembaga Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) di setiap kabupaten/kota terus mengembangkan sayap pengawasannya. Devisi Hukum, Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, Panwaslih, Pacitan, Syamsul Arifin, menegaskan, akan lebih intensif melaksanakan fungsi pengawasannya. Khususnya terhadap aliran dana-dana hibah yang bersumber dari APBN maupun APBD, bantuan sosial atau anggaran-anggaran lain yang langsung diterima masyarakat.

“Panwaslih lebih concern dengan persoalan tersebut. Sebab potensi adanya penyalahgunaan dari anggaran tersebut oleh calon petahana memang cukup tinggi,” katanya, Minggu (13/9).

Syamsul‎ menegaskan, sebagaimana Surat Edaran (SE) Bawaslu RI, No. 0191, Panwaslih diimbau lebih meningkatkan fungsi pengawasannya terhadap orang-perorang ataupun organisasi calon penerima dana hibah serta bantuan-bantuan lain yang bersumber dari APBN ataupun APBD.

Hal tersebut berkait erat dengan kemungkinan-kemungkinan campur tangan petahana yang akan mendompleng bantuan tersebut untuk kepentingan pemenangannya.

“Kami mensinyalir adanya kemungkinan-kemungkinan calon petahana yang akan menunggangi program dana desa, hibah, serta bantuan-bantuan sosial lainnya. Karena itu, Panwaslih lebih concern dengan persoalan itu,” beber dia.

Terkait persoalan tersebut, Panwaslih sudah melayangkan surat ke pemerintah kabupaten untuk meminta data calon penerima bantuan sosial serta dana hibah lainnya. Selain itu juga telah melakukan identifikasi terhadap beberapa tokoh masyarakat yang disinyalir ada relevansinya dengan salah satu pasangan calon. “Kami juga meminta peran serta masyarakat dan media agar ikut melakukan pengawasan,” tandasnya. (yun).

Follow Untuk Berita Up to Date