Dana Habis, Program Jampersal Dihentikan

Ponorogo, koranmemo.com Masyarakat kurang mampu di Kabupaten Ponorogo yang belum tercover dalam BPJS, tampaknya harus berpikir dua kali lipat saat melakukan proses persalinan saat ini. Hal ini menyusul telah berhentinya program Jaminan Persalinan (Jampersal) tahun ini.

Dari data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, sejak 6 Agustus lalu program yang didanai APBN ini telah dihentikan. Hal ini menyusul telah habisnya pagu anggaran Jampersal tahun 2019 senilai Rp 2,3 miliar.” Sesuai kebutuhan jika pagu nya sudah habis ya berhenti,” ujar Kepala Dinkes Ponorogo, Rahayu Kusdarini, Kamis (8/8).

Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini mengungkapkan, bila dibandingkan tahun lalu, dana Jampersal tahun ini menyusut 600 juta. Pasalnya, tahun 2018 lalu anggaran untuk mengcover Jampersal mencapai Rp 2,9 miliar, tenggat waktu habis program dibulan September.” Tahun ini sedikit dananya. Kalau tahun lalu Rp 2,9 miliar. Habisnya itu dibulan September. Kalau sekarang lebih maju. Kita tanya kenapa sedikit ya memang segitu pagunya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Ponorogo Suryanto mendesak, Pemkab segera memberikan solusi atas kondisi ini. Hal ini, untuk memastikan penjaminan akses persalinan di fasilitas kesehatan bagi warga kurang mampu yang tidak tercover dalam BPJS.” Kami harapkan Pemkab memberikan solusi, agar warga kurang mampu tetap bisa mengakses fasilitas kesehatan khususnya saat persalinan,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu