Dana BOK Puskesmas Diselewengkan? TM Gigit Jari

Share this :

Ponorogo, koranmemo.comSejumlah tenaga medis dan perawat di UPT Puskesmas Kecamatan Bungkal resah. Ini setelah, hingga kini dana Bantuan Oprasional Keuangan (BOK) bulan Mei dan Juli belum juga diterimakan, pasca disetorkan ke pihak Puskesmas. Diduga dana yang bersumber dari APBN tahun 2018 tersebut diselewengkan oleh oknum Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Dinas Kesehatan ini.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, dana BOK bulan Mei dan Juni 2018 senilai total Rp 49.100.000 yang seharusnya diberikan kepada 49 tenaga medis dan perawat tersebut, justru diminta kembali oleh Bendahara Puskesmas usai ditransfer ke rekening penerima.

Dalam, kegiatan kesehatan meliputi Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) Keluarga Sehat, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) insensial dan pengembangan, serta menejemen di lingkup UPT Puskesmas Bungkal selama dua bulan itu, masing- masing tenaga medis mendapat honor mulai Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.

 Tahun ini sendiri, Puskesmas Bungkal  mendapatkan jatah dana BOK senilai Rp 903.083.977.
Salah satu sumber di internal Puskesmas Bungkal, yang enggan disebutkan namanya ini mengatakan, Hingga kini pihaknya belum menerima jatah dana BOK bulan Mei dan Juni,  usai disetorkan ke Bendahara Puskesmas tersebut. Pihaknya pun tidak pernah diberitahu jluntrungan terkait proses penggunaan uang dana BOK yang dikumpulkan itu.

“Belum menerima, usai menerima disuruh menyetorkan lagi ke bendahara puskemas. Kami tidak terlalu paham karena selama ini tidak ada omongan terkait hal itu, katanya sih untuk ganti kertas,” ujarnya, Selasa (23/10).

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) BOK UPT Puskesmas Bungkal, Anik Sunarni berdalih pengumpulan dana BOK Bulan Mei dan Juli milik 49 tenaga medis dan perawat kesehatan Puskesmas ke bendahara puskesmas itu tidak benar. Pasalnya, pihaknya proses pencairan langsung melalui rekening pribadi penerima.” Tidak ada itu, BOK itu langsung ditransfer ke rekening penerima. Pencairanya perbulan. Saya sejak 2010 pegang BOK tidak ada yang seperti itu,” dalihnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu