Dana Berkurang, Jumlah KPM BPNT Menyusut?

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Dari beberapa bulan terakhir ada penyusutan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di beberapa e-warung di Kota Kediri. Setiap e-warung, jumlah KPM juga berbeda-beda, rata-rata tiap e-warung melayani tiga sampai lima kelurahan.

Penyusutan jumlah KPM ini baru diketahui petugas e-warung sekitar Mei lalu, pasalnya beberapa warga sebagai KPM tidak ada dana yang masuk ke dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Seperti yang terjadi di salah satu e-warung di Kecamtatan Mojoroto Kota Kediri, dari tiga kelurahan ada penyusutan sekitar 20 PKM. Menurut Nila (32) salah satu petugas e-warung, saat warga akan melakukan transaksi ternyata saat penggesekan KKS tidak berhasil. “Setelah diperiksa, ternyata tidak ada dana yang masuk ke KKS. Karena, selama ini warga mengambil bahan pangan seperti beras dan telur menggunakan KKS. Sebelumnya ada 305 PKM, sekarang menjadi 285 KPM,” jelasnya, Kamis (24/10).

Di e-warung yang dikelola, melayani KPM dari tiga kelurahan di antaranya Kelurahan Bandar Kidul, Bandar Lor, dan Banjarmlati. Ada beberapa pilihan beras yang akan diperoleh warga sebagai KPM, beras premium sebanyak 8 kilogram atau beras medium sebanyak 10 kilogram. Uang sisa pembelian beras, akan diberikan telur antara 6 sampai 10 tergantung harga telur di pasaran.

Dari informasi yang diperoleh Koran Memo, setiap bulan warga menerima dana Rp 110.000.  Beberapa warga juga kebingungan saat akan mengambil bahan pangan, namun dana tidak masuk ke KKS miliknya. Dari daftar KPM, ternyata namanya tidak ada, padahal masih ada beberapa warga lainnya yang tidak mempunyai pekerjaan karena lanjut usia, janda, dan sakit, justru nama mereka tidak ada dalam daftar.

Menurut salah satu petugas e-warung, ada petugas survei yang melakukan pemeriksaan ke tiap rumah warga setiap enam bulan sekali. Ini dilakukan untuk pembaruan data, namun warga menilai pendataan masih kurang tepat karena masih banyak warga yang kurang mampu secara ekonomi tapi tidak masuk dalam daftar sebagai KPM.

Kondisi penyusutan jumlah KPM juga terjadi di Kecamatan/Kota Kediri, Yuli (54) salah satu pengelola e-warung, jumlah KPM berkurang sebanyak 200 orang. Sebelumnya, e-warung yang melayani 5 kelurahan seperti Kelurahan Banjaran, Setonopande, Ngadirejo, Kemasan, dan Jagalan. Dari lima kelurahan tersebut, sebelumnya melayani 600 KPM, saat ini hanya melayani 400 KPM.

Tiap e-warung mempunyai kriteria sendiri-sendiri tergantung kesepakatan antara pengelola dan KPM. Jikadi e-warung yang dikelola Nila ada dua jenis beras yaitu beras premium dan medium, di e-warung yang dikelola Yuli hanya ada beras premium. Dari dana Rp 110.000 tersebut, sisa pembelian beras akan ditukar dengan 5 butir telur.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu