Dampak Proyek Tol, Sumbat 5 Titik Saluran Irigasi

Share this :

Nganjuk, koranmemo.comPara petani Desa Bungur Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, memprotes pelaksanaan pembangunan proyek tol Trans Jawa. Pasalnya, pengerjaan mega proyek tersebut dinilai merugikan lantaran menutup 5 titik saluran air yang menuju persawahan milik petani setempat.

Nyamijo, salah satu petani mengatakan, pelaksanaan proyek tol dirasa sangat merugikan pihaknya. Menurutnya, dalam proses pengerjaan seharusnya pelaksana proyek tidak serta merta menutup saluran air milik petani.

“Harusnya jangan sampai menutup 5 titik saluran irigasi seperti ini. Kalau sudah begini, para petani akan sangat dirugikan. Selain tanaman kami tidak mendapat pasokan air, kondisi seperti ini bisa menyebabkan banjir saat musim hujan tiba. Ujung-ujungnya tanaman milik petani semakin rusak,” keluhnya, Sabtu (16/9).

Bukan hanya mengeluh saja, bahkan beberapa waktu lalu belasan petani sempat mendatangi lokasi proyek dan menancapakan plang penanda. Tujuannya, supaya pihak pelaksana proyek bisa mengerti jika dalam pengerjaannya sudah merugikan petani lantaran menutup 5 titik saluran air.

“Kami sudah memasang penanda saluran irigasi di lokasi proyek Tol Trans Jawa. Kami berharap ada pihak proyek yang datang dan mengetahui hal tersebut. Tetapi sayang, kami belum juga bertemu dengan pihak pelaksana proyek guna menyampaikan hal ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, para petani berharap supaya pihak pelaksana proyek segera membuka kembali saluran irigasi yang menuju ke persawahan mereka. Dengan begitu ratusan hektare sawah di satu desa tersebut bisa kembali mendapat pasokan air. Dan yang paling penting terhindar dari banjir ketika musim penghujan tiba.

Sementara itu, Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Nganjuk, Puji Santoso, yang menerima laporan ini langsung mendatangi lokasi proyek pada Kamis (14/9) lalu. Pihaknya dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek tol guna menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pengelola proyek tol. Harapan kami kedua pihak bisa berjalan dengan baik. Jadi, jangan sampai dengan adanya pembangunan proyek tol ini akan menghambat para petani dalam bercocok tanam,” ujarnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.