Dampak Kerusakan Akibat Bencana Alam Meningkat

Share this :

Jakarta, koranmemo.com – Dampak kerusakan akibat bencana pada awal Januari 2020 meningkat jika dibandingkan dengan awal Januari 2019. Selasa (21/1) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis berita mengenai data bencana yang terjadi sejak awal Januari 2020 hingga hari Selasa (21/1).

Dampak kerusakan yang dirilis oleh BNPB untuk awal Januari 2020 jika dibandingkan dengan awal Januari 2019 mengalami peningkatan, padahal jumlah kejadian bencananya menurun. Kejadian bencana pada Januari tahun lalu tercatat terdapat 290 kejadian sedangkan tahun ini 207 kejadian.

Korban meninggal akibat bencana tahun ini meningkat 583,3 persen jika dibandingkan data per 20 Januari 2019 yang sebanyak 12 korban jiwa. Peningkatan juga terjadi pada korban luka-luka dibandingkan awal januari tahun lalu, korban luka-luka meningkat 7,8 persen dengan rincian 77 banding 83.

Jumlah pengungsi tahun ini mengalami peningkatan hingga lima belas kali lipat dibanding awal Januari tahun lalu. Tahun lalu sebanyak 48.668 jiwa mengungsi, tahun ini menjadi 803.996 jiwa. Selain itu dampak kerusakan yang terjadi pada perumahan juga mengalami peningkatan hingga 303,9 persen.

Meningkatnya dampak yang terjadi akibat bencana tersebut dipicu oleh fenomena huja ekstrim yang terjadi di sejumlah wilayah seperti yang sudah diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Disamping itu kerusakan lingkungan juga diduga sebagai faktor utama yang menyebabkan terjadinya bencana.

Berdasarkan catatan BNPB, 207 kejadian bencana sejak awal Januari di Indonesia didominasi dengan jenis bencana hidrometeorologi. Rincian bencana tersebut antara lain; banjir 67 kejadian, puting beliung 90 kejadian, tanah longsor 45 kejadian, kebakaran hutan dan lahan tiga kejadian, dan gelombang pasang atau abrasi sebanyak dua kejadian.

Dilansir dari situs BNPB, dari seluruh bencana yang terjadi pada awal Januari 2020, terdapat 11.305 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 6.282 rumah rusak ringan, 1.584 rumah rusak sedang, dan 3.439 rumah rusak berat.

Perihal dampak kerusakan pada fasilitas umum tercatat total ada 197 kerusakan, kerusakan ini meliputi 11 fasilitas kesehatan, 65 fasilitas ibadah, 121 fasilitas pendidikan. Sedangkan kerusakan pada fasilitas pemerintahan terdapat 73 jembatan rusak dan 43 bangunan rusak.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika