Dampak Kericuhan Berdarah di Wamena, Pemulangan Warga Jatim Terus Dilakukan 

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih melakukan pendataan warganya yang tinggal di Papua, khususnya di Wawena. Mereka rencananya akan dipulangkan ke Jatim sampai suasana disana dirasa aman.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Jonathan Judianto, mengatakan, proses pendataan warga Jatim di Papua masih dilakukan. Pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar.

“Kami sudah menurunkan staf disana untuk mengumpulkan informasi warga kami yang berada di sana. Kami minta masyarakat tetap bersabar,” ujarnya saat dihubungi Koranmemo.com, Senin (30/9).

Jonathan menambahkan, warga Jatim yang berada di Wawena menjadi prioritas khusus untuk dipulangkan. Namun, berapa jumlah warga Jatim yang masih berada di sana, Jonathan belum mendapatkan data pastinya. Kapan mereka dipulangkan, dia juga belum memberikan informasi pasti.

“Kami belum mendapatkan detilnya. Jika kami sudah menerima jumlah detilnya berapa yang akan dipulangkan ke Jawa akan segera kami informasikan kapan mereka dibawa pulang ke sini,” ujar Jonathan.

Lebih lanjut, Jonathan mengatakan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan atensi khusus dalam usaha pemulangan itu. Warga yang pulang disiapkan bantuan – bantuan, mulai uang saku, hingga bantuan berupa barang.

Seperti diketahui, sebanyak 40 warga Jatim yang tinggal di Wawena dipulangkan. Mereka tiba di asrama Transito Disnakertrans Jatim, Surabaya, Minggu (29/9) malam. Setelah tiba di Surabaya, mereka langsung dipulangkan ke daerahnya masing – masing. Sebanyak 40 orang pengungsi tersebut terdiri dari 32 warga dari Sampang, sedangkan sisanya berasal dari Mojokerto dan Lumajang. Hal ini terjadi menyusul adanya kericuhan berdarah dan pembakaran fasilitas di Wamena.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Achmad Saichu