Dampak Angin Blitar Rusak 6 Kecamatan 13 Desa

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Dampak angin puting beliung yang menyapu wilayah Blitar Raya, Jumat (7/2) sore sangat terasa, terutama di Kecamatan Wlingi.

Di Kelurahan Wlingi ada 51 rumah yang terdampak, mulai rusak berat hingga ringan. Rata-rata kerusakan terjadi pada genteng atau plafon yang terbang terbawa angin. Rumah rusak berat misalnya menimpa rumah Salib, Tinem dan Marni. Keduanya terletak di RT 03/03.

“Sesuai laporan dari petugas di lapangan, ada 51 rumah yang terdampak. Kecamatan Wlingi yang paling parah disbanding dengan kecamatan lain,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, kepada Koran Memo, Sabtu (8/2).

Masih di Wlingi, kata Cholik, selain merusak rumah, angin juga merusak tempat ibadah dan sarana pendidikan. Misalnya, SDIT Assalam sbesnya banyak yang terlepas. Sementara tempat ibadahnya yakni pura yang terletak di kampung baru, gentingnya banyak yang lepas. Untuk rumah Bu Tuminah, di RT 03/04 rusak berat karena tertimpa pohon.

“Sampai sejauh ini, belum ada laporan tentang korban jiwa. Hari kedua pasca bencana, petugas masih melakukan pembersihan. Untuk sementara aliran listrik juga dipadamkan,” tambahnya.

Kecamatan Wlingi merupakan satu di antara lima kecamatan yang terdampak angin. BPBD mencatat enam kecamatan menjadi sasaran amuk angin. Di antaranya Kecamatan Wlingi, Talun, Kanigoro, Doko, Sanankulon dan Gandusari. Sementara desanya sebanyak 13. Di antaranya wilayah Kecamatan Wlingi, Kelurahan Beru tower Telkom roboh, 15 pohon tumbang, 32 rumah rusak. Selain Kelurahan Beru, Kelurahan Wlingi dan Kelurahan Tangkil juga terdampak. Terakhir untuk wilayah Kecamatan Wlingi yakni Kelurahan Tembelang.

Di Kecamatan Talun, yang terdampak yakni Kelurahan Kaweron, Kelurahan Talun dan Desa Kendalrejo. Rata-rata pohon roboh. Untuk Desa Kendalrejo, tower setinggi 70 meter roboh. Kecamatan Doko, desa yang terdampak yakni Desa Plumbangan hanya pohon tumbang mengenai kabel. Kecamatan Kanigoro desa yang terdampak yakni Kelurahan Kanigoro, puluhan pohon tumbang dan atap DPRD Kabupaten Blitar rusak. Sementara di Desa Kuningan yakni satu rumah rusak milik M. Jupri karena tertimpa pohon.

Untuk wilayah Kecamatan Sanankulon yang terdampak yakni Desa Plosoarang dan Tuliskriyo. Desa Tuliskriyo tiga ruko rusak, Desa Plosoarang tiga rumah rusak. Kecamatan Gandusari angin merusak wilayah Desa Kotes yakni satu kandang ayam rusak. Desa Gondang rumah rusak milik Sutinah, 67 hingga akhirnya mengungsi ke rumah tetangga. Di Desa Soso angin juga mengakibatkan rumah milik Wiyono rusak karena tertimpa pohon kelapa.

Untuk wilayah Kanigoro misalnya, yang paling terasa adalah sejumlah plafon DPRD Kabupaten Blitar ambrol. Tepatnya di pintu masuk menuju ruang rapat paripurna. Plafonnya banyak yang jatuh ke bawah lantaran tak kuasa menahan empasan angin. Selain merusak asbes, plafon hingga genteng, angin juga mengakibatkan banyak pohon yang roboh. “Untuk pohon roboh sudah bisa ditangani. Karena melintang di tengah jalan,” tambahnya lagi.

Sampai Sabtu (8/2) petugas masih konsentrasi di sejumlah tempat. Petugas diturunkan untuk fokus pembersihan dan penanganan dampak. Selain itu juga mengimbau kepada penghuni atau warga agar waspda. Jika ada tanda-tanda hujan deras, segera mencari tempat yang aman.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date