Curigai Pengurangan Isi LPG

Share this :

Kediri, Koran Memo – Penyebab kelangkaan hingga naiknya harga LPG 3 kilogram di Kota dan Kabupaten Kediri sampai kini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi muncul berbagai kemungkinan, mulai bertambahnya jumlah pengguna LPG ukuran 3 kilogram oleh rumah tangga hingga PKL (Pedagang Kaki Lima), penggunaan LPG 3 kilogram sebagai bahan bakar diesel untuk pengairan sawah, sampai kecurigaan terhadap kecurangan dalam pengisian tabung gas LPG.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota Kediri, Yetty Sisworini mengatakan memang hingga saat ini penyebab kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga LPG 3 kilogram di Kota Kediri belum diketahui. Akan tetapi segala kemungkinan bisa saja terjadi. Yetty mengatakan, kecurigaan adanya isi LPG yang tidak sesuai juga perlu diwaspadai. Yetty mengaku masih akan mengagendakan untuk melakukan pengecekan di lokasi pengisian LPG dalam waktu dekat. “Kecurigaan (isi LPG,red) memang ada. Makanya dalam waktu dekat kita akan agendakan melakukan pengecekan,” ujarnya saat dikonfirmasi Koran Memo, Kamis (10/9).

Selain kecurigaan adanya penyimpangan isi LPG, penyebab kelangkaan hingga kenaikan harga LPG juga dimungkinkan akibat adanya peningkatan jumlah pengguna LPG. Yetty mengatakan akan melakukan evaluasi dan pengecekan. Apabila memang perlu penambahan, Disperindagtamben akan memberikan rekomendasi untuk penambahan jumlah kuota pengiriman LPG 3 kilogram untuk Kota Kediri.

Dalam 2 hari ini, Disperindagtamben akan melakukan evaluasi terkait dropping LPG dari Pertamina sejumlah 100 persen dari jumlah yang saat ini dikirimkan. Diharapkan dengan adanya dropping tersebut kelangkaan dan harga LPG bisa kembali normal. Akan tetapi, tetap bisa dimungkinkan untuk kembali melakukan penambahan jumlah pasokan apabila hasil evaluasi menyatakan kurang. “2 hari ini akan kita evaluasi. Semoga dropping ini bisa memulihkan keadaan. Tapi kalau masih kurang bisa kita minta tambah lagi kuotanya,” imbuhnya.(kur)