Cuaca Tak Menentu, Produksi Garam Turun Drastis

Share this :

Kediri, koranmemo.com Dampak cuaca yang serba tidak menentu disinyalir menjadi penyebab hilangnya komuditas bumbu penyedap masakan garam di pasaran. kepastian ini disampaikan. Yety Sisworini kepala Disperindag Kota Kediri dalam mengungkapkan, setelah mendapat informasi dari masyarakat prihal kelangkaan garam di pasar, pihaknya langsung mengajak anggotanya sidak ke Pasar Setono Betek.

Setibanya dari sana, ia menjumpai sejumlah pedagang memang tidak semuanya menjual garam, karena barangnya telah habis dan tidak mempunyai stok. “Memang tidak ditemukan barang seperti biasanya, namun di tempat pedagang kecil masih ada, sisa lama,” terangnya Selasa (18/7).

Menurutnya kelangkaan ini tidak hanya terjadi di wilayah Kediri semata, melainkan untuk daerah lainya. Selepas sidak ke pasar, tim dari Desperindag kemudian kembali melakukan sidak di gudang pengolahan garam yang berlokasi di Kelurahan Dermo Mojoroto Kota Kediri.

Di tempat itu diketahui ada pasokan garam yang baru saja masuk dari Sumenep Madura, ke dalam gudang sebanyak 10 ton 1 rit. Barang yang masuk ke dalam gudang tersebut, harus diolah lagi mengingat garam tersebut baru dipanen dua hari, yang semestinya masih belum panen.”Itu pun hasil panen baru dua hari, harusnya memang belum dipanen sehingga garam yang didapat  tidak begitu  maksimal,” pungkasnya.

Karena cuaca yang tidak menentu seperti sekarang,secara langsung berpengaruh terhadap hasil produksi garam yang mengalami penurunan. Untuk mendapatkan  panen pasokan  garam yang melimpah diperlukan cuaca panas yang sangat tinggi.

Sementara cuaca yang terjadi saat ini,sangat tidak menentu terkadang panas, namun terkadang turun hujan. “Baru terjadi tahun ini dan ini dampaknya dirasakan oleh petani garam. Kalau panas tinggi hasil garam melimpah,” ujarnya.

Meski begitu Yety tetap yakin pasokan garam akan kembali normal, asalkan cuaca mendukung seperti yang diharapkan oleh petani garam. kondisi seperti ini juga dikeluhkan petani garam lainya dari daerah Tuban,Sumenep,Gresik dan Lamongan.

Reporter: Abdur Rosyid 

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.