Cuaca Ekstrem, Pembudidaya Ikan Harus Sering Pantau Kadar Air

Kediri, koranmemo.com – Guna tetap mempertahankan keberlangsungan ikan yang dipelihara oleh pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Kediri, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mengajak pembudi daya ikan untuk tetap melakukan pantauan kondisi ikan dan air pada saat cuaca ekstrem saat ini.

Pemeliharaan ikan Gurame dengan kualitas air terjaga PH mencapai 6,5 hingga 8 PH. Sehingga kondisi air yang terjaga baik akan menjadikan kualitas ikan sehat. Sirkulasi air harus tetap terjaga agar ikan tidak terserang penyakit aeromonas atau cacar air. Karena jika sudah terkena cacar air, ikan gampang mati.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Chafid mengatakan untuk kadar air ikan nila 6,5 hingga 7,5 PH, ikan bawal 7-8 PH dan patin kadar air 7-8 PH. Jika sudah diberikan makanan dalam waktu sehari hendaknya harus dipantau jangan sampai sisa makanan tersisa di kolam. Karena sisa makanan ini bisa menyebabkan ikan sakit.

“Secara umum sirkulasi air dalam kondisi cuaca ekstrem harus terjaga. Sedangkan untuk memberi makanan sebaiknya hanya pagi dan sore saja untuk ketercukupan makanan ikan yang bernilai gizi. Ikan pada masa pertumbuhan membutuhkan asupan makanan banyak tak beda jauh dengan manusia,” ujarnya.

Ditambahkan Chafid jika cuaca normal alangkah baiknya jika kolam dibersihkan seminggu dua kali. Ini untuk menjaga kebersihan kolam dan kesehatan ikan agar saat masa panen memiliki bobot yang memadai dan memiliki nilai jual yang standart. Jika diperhatikan secara jelas,penerapan pemeliharaan ikan bisa jadi peningkatan ekonomi keluarga.

“Harus diperhatikan jika jumlah ikan sudah besar dan ukuran kolam sudah tidak menyesuaikan lagi,maka ikan yang mulai tumbuh besar harus dipisah dan ditempatkan di tempat baru. Hendaknya jangan berlebih untuk penambahan ikan di kolam, karena ikan di kolam yang lebar bisa menjadi tumbuh pesat dengan makanan yang memadai,” imbuhnya.

Reporter Bakti Wijayanto
Editor Achmad Saichu