Covid-19 Merebak,  Prosesi Akad Nikah Harus Diperketat

Share this :

Tulungagung, Koranmemo.com  – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung memberlakukan aturan kesehatan ketat terhadap pelaksanakan pernikahan. Tidak hanya melarang mengadakan pesta pernikahan, pelaksanaan akad nikah harus diikuti maksimal 10 orang dengan dilengkapi alat pelindung diri (APD).

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Kabupaten Tulungagung, Supriyono mengatakan, pihaknya menerapkan aturan ketat sesuai intruksi pemerintah selama masa pandemi covid-19. Ada beberapa peraturan tambahan yang harus dilaksanakan oleh calon pasangan pengantin, maupun keluarga calon pasangan pengantin.

“Kita laksanakan protap sesuai intruksi pemerintah dan anjuran Kemenag Pusat. Seperti meminta untuk tidak melakukan pesta pernikahan, atau kita minta ditunda dulu selama dalam pandemi covid-19 ini,” ujarnya, Jumat (27/3).

Terkait pelaksnaan akad nikah, Supriyono mengatakan, ada protap yang harus diikuti oleh calon pasangan pengantin. Pertama jika akad nikah dilakukan di kantor urusan agama (KUA), calon pasangan pengantin maksimal hanya diantar oleh 10 orang. Calon pasangan pengantin, dan keluarga pengantar harus mencuci tangan sebelum masuk ke kantor KUA, dan menggunakan masker. Petugas akad nikah, calon pengantin pria, dan wali nikah harus menggunakan sarung tangan saat ijab kabul.

“Kalau akad nikah di luar kantor KUA, protapnya sama, harus pakai masker, sarung tangan, dan sediakan tempat cuci tangan. Selain itu, akad nikah harus di ruang terbuka dengan jumlah orang dibatasi hanya 10 orang,” terangnya.

Supriyono mengatakan, selama pandemi covid-19 pihaknya sudah membatasi aktifitas di KUA sejak Senin (23/3) hingga 31 Maret mendatang. KUA hanya melayani administrasi, dan pencatatan nikah saja.

“Kalau ada yang daftar nikah tetap kami layani dengan aturan kesehatan yang sudah di tetapkan. Ini semua demi kesehatan masyarakat sesuai instruksi pemerintah,” jelasnya.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu