Covid-19 dan PAD Jadi Isu Hangat Debat Kedua Pilbup Ponorogo

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Debat publik tahap dua Pemilihan Bupati (Pilbup) Ponorogo, akhirnya resmi digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo di Gedung Sasana Praja, Kamis (19/11) malam.

Dua isu krusial menjadi tema yang diangkat dalam debat publik kali ini, diantaranya penanganan Covid-19 dan peningkatan Potensi Asli Daerah (PAD) dalam mewujudkan kemandirian daerah.

Dimana Pasangan Calon (Paslon) bupati nomor Urut 01 Sugiri Sancoko-Lisdiyarita mempertanyakan efektifitas penanganan Covid-19 di Ponorogo di tahun 2020 ini. Mereka menuding progres keberhasilan penanganan Covid 19 tidak lebih baik dari Kota Madiun.” Kenapa penanganan Covid 19 kita kok tidak lebih baik dari Kota Madiun,” ujar Calon Bupati (Cabup) Ponorogo Sugiri Sancoko.

Hal ini pun langsung dibantah oleh Paslon Nomor Urut 02 Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono. Paslon Petahana ini mengeklaim penanganan Covid 19 bisa dikatakan berhasil. Hal ini dilihat dari tingkat kesembuhan Covid 19 di Ponorogo.

Baca Juga: Reaktivasi Jalur KA Madiun-Ponorogo Permudah Akses Ekonomi

Kendati berada di zona oranye namun tingkat kesembuhan Covid 19 di Ponorogo mencapai 93, 8 persen, angka ini pun diklaim lebih baik dari tingkat kesembuhan di Provinsi Jawa Timur yang hanya 89, 2 persen.

“Jadi tingkat kesembuhan kita justru lebih baik dari Jawa Timur. Perlu ditekankan bahwa kasus Covid 19 ini memang naik turun setiap harinya. Tapi yang lebih penting bagaimana memulihkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi ini. Dan itu sudah saya lakukan selama menjabat dulu,” ujar Cabup Ipong Muchlissoni.

Ipong menjelaskan, untuk menormalkan kembali perekonomian warga, sejak bulan ke 4 Covid 19 atau tepatnya bulan Juli lalu, sejumlah kegiatan masyarakat sudah kembali dijalankan. Pun dengan objek vital ekonomi seperti pasar juga mulai di hidupkan dengan mengedepankan kebijakan new normal.” Jadi kegiatan hajatan sudah mulai, dengan pembatasan jumlah tamu. Pasar juga mulai dihidupkan agar perekonomian warga kita kembali normal,” terangnya menutup sesi kedua debat.

Dalam sesi ketiga, Panelis melempar isu peningkatan PAD Ponorogo, dimana dewasa ini 80 persen Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di sokong dari dana transfer pusat. Dua paslon pun diminta untuk mengatasi hal ini untuk mewujudkan kemandirian daerah.

Baca Juga: Sukses Terapkan POC, 4 Kabupaten di Jatim Tiru Ponorogo

Menanggapi hal ini, Paslon 01 mengeklaim akan melakukan pengembangan potensi wisata lokal dan pengembangan Badan Usaha Desa (Bumdes) untuk menyokong peningkatan produktifitas pertanian.” Jadi yang akan kita lakukan mengoptimalkan potensi wisata kita, dimana ngebel belum tergarap maksimal. Mewujudkan UMKM hebat yang nantinya menjadi penyumbang PAD. Membuat Bumdes menjadi solusi bagi desa,” jelas Cabup Sugiri Sancoko.

Sementara itu, Cabup Paslon 02 Ipong Muchlissoni mengaku telah melakukan upaya optimalisasi PAD selama menjabat dulu. Bahkan, lewat desa digital yang akan digagas di periode kedepanya, akan menyempurnakan peran desa dalam mewujudkan kemandirian Ponorogo.

” Sebagai catatan PAD Ponorogo saat ini 20 persen dari APBD. Hal ini menjadikan Ponorogo tertinggi dari daerah sekitar. Yang terpenting bagaimana menekan biaya produksi petani saat ini, sehingga pendapatanya meningkat. Yang akhirnya mereka dapat membayar pajak dan retribusi. Dimana 62 persen PDRB ponorogo adalah sektor pertanian. Dengan mensejahtrakan petani maka kemandirian Ponorogo bisa terwujud,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu