China Temukan Potensi Pandemi Baru

Share this :

Beijing, koranmemo.com – Para peneliti di Cina telah menemukan potensi pandemi baru yang berasal dari turunan virus flu babi (H1N1). Virus jenis baru ini dinamai G4 dan diperkirakan sekitar 10,4 persen pekerja yang berhubungan dengan babi telah terpapar. Selain itu, peneliti juga menduga virus ini telah menyebar di sejumlah wilayah dan sekitar 4,4 persen populasi global mungkin telah terpapar virus ini.

Melansir dari South China Morning Post, Selasa (30/6), virus ini sangat mudah untuk menginfeksi manusia. “Virus ini memiliki semua kemampuan penting yang memudahkannya untuk menginfeksi manusia,” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Berdasarkan hasil percobaan para peneliti, virus G4 sangat mudah dalam melakukan replikasi di dalam sel manusia dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada hewan seperti musang. Menurut pengujian yang dilakukan, kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman tidak memberikan perlindungan untuk virus ini.

Temuan mengenai viru baru ini, berasal dari penelitian yang dilakukan sejak tahun 2011 hingga 2018 lalu dengan melakukan pemeriksaan terhadap 30.000 babi. Pengambilan data itu dilakukan pada tempat pemotongan hewan yang berada di 10 provinsi yang ada di China. Dari hasil pemeriksaan tersebut, peneliti berhasil mengisolasi 179 virus flu babi dan mayoritasnya merupakan jenis baru yang ditemukan sejak tahun 2016.

Fakta mengenai manusia yang telah terpapar virus ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri bagi peneliti, meski belum ditemukan bukti virus ini bisa menular dari manusia ke manusia. Namun, jika hal ini dibiarkan secara terus-menerus, para ilmuwan khawatir kemampuan adaptasi dari virus semakin meningkat, sehingga risiko pandemi juga semakin meningkat.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengambil langkah-langkah antisipasi untuk memantau orang yang bekerja dengan babi. Sehingga berbagai kemungkinan yang tidak diharapkan dapat dihindari atau dicegah sedari dini.

Menanggapi temuan baru, Kepala Departemen Kedokteran Hewan di Universitas Cambridge, James Wood mengatakan, risiko munculnya pathogen zoonosis baru akan terus berlanjut. Hewan ternak juga berpotensi besar menjadi penyalur virus ini kepada manusia ketimbang hewan liar.

“Hewan ternak akan bertindak sebagai sumber virus, karena memiliki lebih banyak kontak dengan manusia ketimbang hewan liar,” katanya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya