China Diduga Lakukan Pencurian Data Penelitian Vaksin Covid-19

Share this :

Washington, koranmemo.com – Dua warga China telah didakwa karena diduga melakukan pencurian data penelitian vaksin Covid-19 dan meretas ratusan perusahaan di Amerika Serikat. Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan, dua orang tersebut juga terlibat dalam peretasan kontraktor pertahanan Amerika Serikat.

Li Xiaoyu (34) dan Dong Jiazhi (33) yang diyakini berada di China, melakukan hal tersebut untuk keuntungan pribadi mereka. “Namun dalam beberapa hal lain mereka juga bekerja untuk kepentingan China,” kata Asisten Jaksa Agung, John Demers dikutip dari The Guardian, Rabu (22/7).

“China sekarang telah ikut mengambil bagian bersama Rusia, Iran, dan Korea Utara. Sekelompok negara memalukan yang memberikan keamanan bagi para penjahat cyber,” tambahnya.

Lebih lanjut, Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga menjabarkan riwayat dari Li dan Dong. Mereka merupakan teman sekelas di salah satu perguruan tinggi yang ada di Chengdu dan terlibat dalam banyak tindakan peretasan selama 10 tahun terakhir.

“Industri yang ditargetkan termasuk manufaktur berteknologi tinggi; perangkat medis, teknik sipil, dan industri. Selain itu mereka juga menargetkan industri perangkat lunak, pendidikan, permainan, energi matahari, obat-obatan, dan pertahanan, “katanya.

Mengenai percobaan pencurian data penelitian vaksin Covid-19, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan, Li dan Dong menargetkan sejumlah perusahaan bioteknologi. Meski nama perusahaannya tidak disebutkan secara pasti, namun departemen tersebut menginformasikan lokasi perusahaan itu ada di California, Maryland, dan Massachusetts.

Baik Li dan Dong dituduh mencuri informasi tentang obat yang sedang dikembangkan dari perusahaan farmasi. Selain itu mereka juga dituduh mencuri kode sumber dari perusahaan perangkat lunak dan desain senjata dan menguji data dari kontraktor pertahanan.

Beberapa jam setelah dakwaan Amerika Serikat, Duta Besar China untuk Tiongkok, Liu Xiaoming membantah jika China telah berusaha melakukan pencurian data. Dia mengatakan, tuduhan Amerika Serikat itu menghina pencapaian ilmuwan China dan tidak memiliki dasar yang kuat.

“Tuduhan semacam itu merupakan penghinaan bagi para ilmuwan Cina dan prestasi mereka. Mereka juga dapat merusak kerja sama internasional dalam litbang, dunia harus menentang dan menolak klaim tidak berdasar seperti itu. ” kata Liu.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya