Cetak Peserta Didik Mandiri dan Berkarakter

Mendikbud Buka Rakornas IBKS

Nganjuk, Koranmemo.com – Suasana Pendopo Pemkab Nganjuk, Sabtu (18/2) tampak meriah tak seperti hari biasa. Pasalnya, masyarakat bergembira menyambut kedatangan Muhadjir Effendi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia. Dalam kunjungan kerjanya, sekaligus membuka peresmian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IBKS (Ikatan Bimbingan Konseling Sekolah) dan sosialisasi panduan penyelenggaraan BK.

Abdul Wachid Badrus, Wakil Bupati Nganjuk, dalam sambutan menyampaikan rasa bangga terhadap kehadiran Kemendikbud RI di wilayah berjuluk kota angin tersebut. Mewakili rakyatnya, Wabup menyampaikan kebahagiaan masyarakat Nganjuk dengan kehadiran Mendikbud, pasalnya hal ini merupakan wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk. “Selamat datang di Kabupaten Nganjuk pak menteri. Silahkan berkunjung karena ini merupakan rumah sendiri,” sapa Wabup Nganjuk terhadap Menteri Muhadjir.

Sementara itu, Muhadjir Effendi, Mendikbud RI, dalam sambutannya menyampaikan harapan terhadap dunia pendidikan Indonesia, khususnya di Kabupaten Nganjuk. Pihaknya berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini bisa berdampak positif terhadap pendidikan setempat.

Menurutnya, peran konselor dalam dunia pendidikan sangat penting. Namun selama ini banyak yang belum menyadari, sehingga di sekolah hanya guru mata pelajaran saja yang dianggap penting. “Tahun ini akan kami rubah strategi pengembangan guru, termasuk konselor akan didesentralisasi,” ujarnya, disambut iringan tepuk tangan pengurus IBKS dari setiap provinsi.

Menteri yang mulai menjabat pada pertengahan 2016 ini berharap agar IBKS menjadi organisasi yang istiqomah serta tidak menjadi partisipan partai. Dengan begitu tujuan dari terbentuknya organisasi bisa berjalan dengan baik tanpa ada kepentingan politik dari golongan manapun. “Yang penting harus punya karakter jujur, jangan ada kecurangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, pengganti posisi Anies Baswedan di Kabinet era Jokowi ini memaparkan, dunia pendidikan untuk saat ini semakin berkembang. Bahkan untuk mengatasi masalah pada anakpun tidak bisa sebatas menggunakan cara-cara lama.

Muhadjir mencontohkan, zaman dahulu jika siswa ingin cepat pulang sekolah, maka guru akan memilih siapa yang paling tenang di antara siswa lain. “Ini berarti zaman dahulu kan murid yang aktif dan banyak ulah dianggap kurang baik. Padahal murid aktif itu punya inisiatif sehingga butuh diarahkan,” paparnya.

Untuk diketahui, IBKS mewadahi bimbingan sekolah yang ada mulai SD hingga SMA. Tujuannya mengajak para guru konselor ikut andil dalam memajukan dunia pendidikan. Hal itu sesuai Permendikbud No.111 tahun 2014. (Adv)

Penulis: Andik Sukaca
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date