Cegah Radikalisme, PMII Gelar Dialog Kebangsaan

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com-Maraknya Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mengancam utuhnya persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akhir-akhir ini, membuat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo  turun tangan, untuk mengantisipasi munculnya radikalisme.

Dengan menggandeng seluruh lapisan organisasi pemuda dan masyarakat di Kota Reog, PMII menggelar dialog kebangsaan, bertemakan “Dengan Semangat Nasionalisme Kita Perkokoh Persatuan Indonesia dari Ancaman Gerakan Anti Pancasila”. Kegiatan yang digelar di gedung Cadika Kwarcab Parmuka Ponorogo itu diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari Ormas, OKP, BEM se Ponorogo, dan OSIS se ponorogo, Senin(31/7).

Tiga narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut, praktisi kebangsaan UIN jogja Aris Risdiana, S. Sos. I, M.M, Ketua GP. Ansor Ponorogo Syamsul Ma’arif, dan MPI PW Muhammadiyah Jatim Rohmadi, dengan moderato Laily Humam Miftahuddin.

Ketua PMII Komisariat IAIN Ponorogo, Hanif Nariulloh mengatakan,kegiatan bertujuan untuk  membentuk generasi muda yang punya nasionalisme tinggi demi Indonesia kedepan, dengan berpegangan pada pancasila. Tak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai wadah pengetahuan tentang Pancasila bagi generasi muda, dimana Pancasila merupakan rumusan dan idilogi bangsa yang digagas berdasarkan agama, ekonomi dan budaya bangsa.

“Jadi Pancasila itu sudah lengkap, jangan lagi ada klasifikasi bahwa Pancasila itu bukan Islam. Ini yang kita tekankan pada generasi penerus bangsa, dengan dialog bersama praktisi dan akdemisi ini kami harapkan pengetahuan mereka bertambah tentang apa itu Pancasila dan keutuhan bangsa. Jadi bila ada Ormas yang ingin merusak keutuhan bangsa ini merekalah yang akan menjadi garda terdepan membela NKRI,” ujarnya.

Hal serupa juga diutarakan, Ketua GP. Ansor Ponorogo Syamsul Ma’arif, bahwa Indonesia berdiri di atas pahlawan-pahlawan yang gugur di medan perang yang berangkat dari berbagai macam agama dan kebudayaan. “Sehingga aspek pluralitas di negeri ini cukup kental, dan keragaman itu wajar karena sesuai dengan yang di kitab Allah, yaitu kita diciptakan berbangsa-bangsa (beragam) untuk saling mengenal.”

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.