Cegah Eksodus PSK

Share this :

Kediri, koranmemo.com –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri melakukan razia beberapa kos dan tempat pijat, Kamis (24/11). Kegiatan tersebut sebagai antisipasi eksodus pekerja seks komersil dari eks lokalisasi Semampir. Satpol PP membawa 2 regu dan intel untuk kegiatan razia yang dilakukan secara rutin ini.

Nur Khamid, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri mengungkapkan, ada indikasi eksodus dari para pekerja seks komersial (PSK) dari eks lokalisasi Semampir ke kos-kosan. Tahap awal Satpol PP merazia kos-kosan dan yang kedua panti pijat. “Kemarin di salah satu tempat pijat ada indikasi dijadikan tempat mesum. Beberapa bulan kita awasi, dan kita merazia pada malam hari, ternyata ada dua orang terapis dan dua pelanggan di tempat itu. Tapi kami tidak bisa menemukan bukti dan hanya bisa kita lakukan pembinaan saja,” ungkap Khamid.

Khamid menambahkan, hari ini merazia salah satu panti pijat dan dinyatakan ilegal karena tanpa ada surat izin. Saat itu Satpol PP menemukan 4 orang terapis perempuan yang belum memiliki sertifikat pijat. “Saat kami merazia terdapat satu pelanggan laki-laki yang sedang terapis pijat. Itu bukti dari usaha pijat yang belum memiliki izin tersebut terdapat aktivitas pijat,” paparnya.

Khamid menambahkan, Setelah panti pijat mereka menuju beberapa kos-kosan di kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren. Saat kegiatan razia telah terjaring dua pasang bukan suami istri yang diindikasi mesum. Saat bersamaan terdapat pula pelajar laki-laki dengan seorang perempuan. “Tentunya ini sangat urgen, kita membina agar pemuda dan pemudi kita tidak terjerumus pada pergaulan bebas. Kita akan bawa dan kita bina lalu kita kembalikan kepada orang tuanya,” jelasnya.(dha)

 

Follow Untuk Berita Up to Date