Cawagub DKI Nyekar ke Makam Gus Dur

Jombang, koranmemo.com – Rombongan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Jumat (11/11) datang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Di Ponpes Tebuireng, Djarot melakukan Salat Jumat dan berziarah ke makam Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. “Ini murni ziarah dalam rangka memperingati hari pahlawan. Tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada DKI Jakarta,” kata Djarot kepada sejumlah awak media usai ziarah makam Gus Dur, Jumat (11/11) siang.

Politisi pendamping Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta itu juga menepis pandapat wartawan jika ke PonpesTebuireng dalam rangka menarik simpati warga dan tokoh NU (Nahdlatul Ulama). Menurutnya, ziarah kebangsaan yang dilakukannya ke beberapa makam tokoh negara termasuk Makam Presiden RI pertama, Soekarno di Blitar tidak ada hubungannya dengan pilkada DKI Jakarta. “Sekali lagi ini murni ziarah kebangsaan untuk memperingati hari pahlawan. Jangan campur adukkan ziarah dan politik. Tidak ada sangkut pautnya dengan pilkada,” tegas Djarot.

KH Sholahuddin Wahid atau Gus Solah juga menimpali pernyataan Djarot. Pengasuh Ponpes Tebuireng itu juga menyatakan jika lawatan Djarot tak terkait Pilkada DKI Jakarta. “Pilkadanya kan di DKI, jadi tidak ada hubungannya dengan ini (lawatan). Jadi gak usah dikait-kaitkan,” pungkas Gus Solah.

Sebelum ke Ponpes Tebu Ireng, rombongan Djarot juga berkunjung ke SMA Trensains Pesantren Tebuireng 2 Jombang di Desa Jombok Kecamatan Ngoro, Jumat (11/11). Romongan Djarot tiba di SMA Trensains sekitar pukul 10.23 WIB. Cawagub DKI nomor urut dua ini disambut Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Solah dan Kepala Sekolah SMA Trensains, Ainur Rofiq. Djarot bersama Gus Solah bertatap muka dengan ratusan  santri di aula Diklat Kader Tebuireng.

Gus Solah dalam sambutanya lebih banyak mengenalkan profil SMA Trensains kepada Djarot. Adik kandung Gus Dur ini menjelaskan jika SMA Trensains didirikan tahun 2013. Sehingga sudah mempunyai tiga kelas. “Semoga pesantren sains ini bisa dikenal luas. Karena mencari murid tak mudah, cari 100 saja susah,” kata Gus Solah.

Sementara Kepala SMA Trensains, Ainur Rofiq menambahkan, jumlah santri di sekolahnya baru 281 orang, terdiri dari 108 santri laki-laki dan 173 santri perempuan. Menurut dia, materi yang diajarkan tetap memakai kurikulum nasional yang dipadukan dengan Pesantren Tebuireng. “Untuk metodologi pembelajaran di sekolah ini kami dibimbing Unesa (Universitas Negeri Surabaya),” terangnya.

Sementara Djarot dalam sambutannya mengapresiasi adanya SMA Trensains Pesantren Tebuireng 2. Dia turut bangga, meski baru tiga tahun berdiri, sekolah ini mampu mencetak prestasi tingkat internasional, nasional, dan regional. “Bayangkan kalau dikelola dengan betul, tiga tahun lagi pasti banyak prestasi dari siswa siswi di Trensains ini. Saya setuju dengan omongan Gus Solah, pengembangan sains untuk syiar agama kita,” ucap Djarot.

Saat berdialog dengan santri Tebuireng Politisi PDI-P kelahiran Blitar  ini juga memberikan motivasi kepada para santri. Djarot mengingatkan agar para santri tidak kecil hati meski bukan dari kota. “Jangan remehkan orang desa, jangan remehkan pondok pesantren, jangan remehkan Trensains. Ini yang kami harapkan kita sebagai orang desa jangan minder. Saya juga orang desa,” tutup Djarot. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date