Cairkan Uang BKK Rp 19 Juta,  Kades Kranggan Dijebloskan Lapas Madiun

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Setelah hampir tiga tahun, berkas perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan di Pemerintahan Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Kamis (9/1). Tersangka Sriyono, Kepala Desa Kranggan non atif dijebloskan ke Lapas Klas I Madiun.

Tersangka digelandang ke Kejaksaan dengan tangan diborgol dan dikawal anggota Unit Tipikor Satreskrim Polres Madiun. Usai menjalani pemeriksaan hampir tiga jam, tersangka dititipkan ke Lapas Klas I Madiun.

“Kita masuk tahap dua, dari kepolisian melimpahkan berkas dan tersangka ke Kejari Madiun. Tersangka atas nama Sriyono binti Siran Kepala Desa Kranggan Kecamatan Geger,” ungkap Arief Fatchurrahman, Kasi Intelejen Kejari Kabupaten Madiun.

Diketahui, kasus Sriyono diungkap Polres Madiun sekitar tahun 2017.  Sriyono diduga meminta atau memaksa bendahara desa untuk mencairkan uang Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai 19 juta rupiah.

Tersangka Sriyono dijerat pasal berlapis yakni pasal 374 KUHP penggelapan dalam jabatan dengan ancaman maksimal penjara lima tahun, jo pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 368 tentang ancaman pemerasan.

“Tersangka kita bawa ke lembaga pemasyarakatan untuk sementara dititipkan. Secepatnya akan dilakukan persidangan, pemeriksaan saksi sudah selesai tinggal pemeriksaan di persidangan,” tambahnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu