Cabuli Siswi SMP, Guru Asal Madura ini Diringkus Polresta Sidoarjo

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Seorang yang berprofesi sebagai guru hendaknya memberikan suri tauladan yang baik kepada muridnya. Namun Abdul Syukur (32), warga Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, terpaksa harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo lantaran mencabuli anak didiknya berulangkali.

Sebut saja namanya Mawar. Siswi berusia 14 tahun warga Sidoarjo ini terkena bujuk rayu tersangka hingga akhirnya dicabuli. Tidak hanya sekali, siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Sidoarjo ini dicumbu hingga diraba-raba alat kelaminnya berkali-kali.

Kejadian itu bermula saat pelaku yang sudah mempunyai istri tersebut menjalin hubungan diam-diam dengan korban.  Melalui aplikasi chatting, perkenalan keduanya diakui tersangka sejak dua bulan yang lalu.  Pada hari Jumat (7/9) lalu, pelaku mengajak Mawar bertemu di sebuah tempat di kawasan Desa Sarirogo, Kecamatan Kota, Sidoarjo. Tersangka merencanakan tempat tersebut karena tidak jauh dengan rumah korban.

“Palaku dari tempatnya tinggal di Madura ke Sidoarjo hanya mengajak korban untuk ketemuan dan tidak memiliki rencana kemana-mana,” ucap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, Rabu (19/9).

Setelah tiba di tempat janjian, korban langsung masuk ke dalam sebuah mobil sewaan Avanza warna putih nopol L 1718 JJ.  Di dalam mobil, tepat di kursi tengah, pelaku langsung memeluk dan mencium bibir dan leher korban dengan penuh nafsu.

Pelaku mendorong korban hingga dalam keadaan tidur terlentang. Dengan posisi itu, pelaku dengan leluasa menyalurkan hasratnya untuk mencabuli korban.

“Pakaian bawah korban disingkap ke atas kemudian pelaku memasukkan jarinya ke kemaluan korban. Tidak lama, kemaluan pelaku digesekkan ke jepitan paha korban hingga keluar air spermanya,” terangnya.

Kelakuan biadap Bapak beranak satu ini  ternyata diketahui oleh warga sekitar. Kedua orang tua korban pun mengetahuinya, sehingga, peristiwa tidak terpuji tersebut dilaporkan ke polisi. “Karena merasa anaknya menjadi korban pencabulan, akhirnya pelaku dilaporkan ke polisi,” terangnya.

Kepada penyidik, pelaku mengaku perbuatan cabul yang dilakukan pelaku tidak hanya sekali saja. Pencabulan pertama dilakukan di sebuah penginapan di kawasan jalan kartini. Dalam kejadian pertama itu, pelaku menunggu di penginapan dan korban disuruh menghampiri pelaku. “Di penginapan itu, pelaku hanya melakukan ciuman,” terangnya.

Sedangkan kejadian kedua, ketiga dan keempat, pencabulannya dilakukan di dalam mobil dan dilokasi yang sama. “Karena masih di bawah umur dan pengawasan orang tua, jadi korban tidak mau bertemu jauh-jauh,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, beberapa barang bukti diantaranya baju, celana, BH, celana dalam, uang Rp 50 ribu dan sebuah mobil berhasil diamankan. “Pelaku dijerat pasal 82, No. 32 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta,” pungkasnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Della Cahaya