Cabuli Bocah 8 Tahun, Karyawan Kafe Diamankan

Jombang, koranmemo.com – Seorang karyawan kafe bernama Iman Fatkhurrahman (18), terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum. Pria asal Dusun Mangu Desa Gadingmangu Kecamatan Perak ini diduga kuat mencabuli Mawar (8), bukan nama sebenarnya, asal Kabupaten Malang, Senin (29/1) sekitar pukul 04.30 WIB.

“Kejadiannya di toilet kafe berada di SPBU Perak,” kata Kapolsek Perak AKP Untung Sugiarto kepada koranmemo.com, Selasa (30/1) siang.

Dijelaskan, aksi pencabulan terjadi saat korban bersama keluarga melakukan perjalanan dari Malang ke Jombang menggunakan mobil untuk takziah ke kerabatnya di Desa Sukorejo Kecamatan Perak.

Sebelum sampai tujuan, rombongan ini singgah di kafe yang berada di area SPBU Perak untuk beristirahat. “Sambil beristirahat, ibu korban pergi ke toilet, kemudian ke mobil untuk mengambil uang,” ujar Untung.

Sementara korban dan adiknya, lanjut Untung, menyusul ke toilet. Disini ketidakberesan mulai dirasakan ibu korban lantaran kedua anaknya tidak kunjung kembali dari toilet. Ibu korban pun segera menyusul kedua anaknya tersebut. Ibu korban terkejut karena mendengar suara tangis Mawar di dalam toilet. Sedangkan adiknya berada di luar.

“Saat korban ditanya kenapa menangis Mawar mengaku jika celananya dilepas oleh seseorang. Tak hanya itu di perut korban juga terdapat cairan lengket diduga kuat sperma pelaku,” bebernya.Kemudian, ibu korban meminta korban untuk menunjukkan siapa pria yang melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut. Awalnya pelaku mengelak tuduhan telah melakukan aksi penculikan. Namun setelah didesak, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.”Pihak keluarga dengan dibantu sejumlah warga membawa pelaku ke Mapolsek Perak untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nya,” tandasnya.

Dikatakan, selain mengamankan pelaku, pihaknya juga telah mengamankan barang bukti terdiri dari satu stel pakaian korban dan pelaku yang dikenakan saat peristiwa terjadi.”Kasus ini langsung kita limpahkan ke unit PPA (pelayanan perempuan dan anak) Polres Jombang untuk proses hukum selanjutnya. Pelaku dapat dijerat dengan pasal Pasal 82 Undang-undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang RI No 23 Tahun 2002 tentang perlndungan anak,” pungkasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.