Cabdindik Prihatin Siswa SMA Jualan Narkoba, Ajak Orangtua dan Sekolah Bersinergi

Nganjuk, koranmemo.com – Tertangkapnya siswa salah satu SMA di Kabupaten Nganjuk oleh pihak kepolisian, akibat melakukan transaksi jual beli narkoba beberapa waktu lalu mengundang keprihatinan berbagai pihak. Menyikapi hal ini, Cabdindik (Cabang Dinas Pendidikan) Provinsi Jawa Timur Wilayah Nganjuk, mengajak para orangtua bersinergi dengan pihak sekolah dalam memperhatikan perilaku anak.

Kepala Cabdindik Nganjuk, Edi Sukarno, dikonfirmasi Koranmemo.com di ruang kerjanya mengatakan, ia secara pribadi maupun kedinasan sangat prihatin dengan adanya kasus tersebut.

Pihaknya harus bersinergi dengan kepolisian maupun masyarakat untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali. Edi mengaku telah menginstruksikan kepada semua kepala sekolah untuk kembali mengaktifkan program-program kesiapsiagaan terhadap para pelajar yang mungkin terindikasi atau terlibat dalam peredaran obat-obatan terlarang.

“Contoh deteksi dini seperti kemampuan guru dalam mengamati tingkah laku siswa sepanjang proses belajar mengajar. Jika siswa terlihat mengantuk atau dikit-dikit ke kamar mandi untuk kencing itu perlu diwaspadai. Dicari tau apa kemungkinannya, misalnya karena salah konsumsi sesuatu atau malamnya habis membantu orangtuanya berjualan,” jelas Edi Sukarno.

Edi menyebut hal ini sebagai langkah keprihatinan yang perlu dilakukan. Ia telah memerintahkan pihak sekolah melakukan kontrol kembali serta memfungsikan peran UKS maupun PMR sebagai garda dan Satgas di sekolah masing-masing. “Saya juga langsung melakukan razia di sejumlah sekolah. Sejauh ini hasilnya nihil,” katanya.

Lebih jauh, Edi menyampaikan, tertangkapnya pelajar ketika transaksi narkoba itu di luar jam sekolah. Sehingga, peran orangtua dalam melakukan pengawasan menjadi hal mutlak yang perlu dilakukan. Pihaknya mengimbau kepada para orangtua agar mau bersinergi dengan pihak sekolah dengan terbuka memberikan informasi seputar tingkah laku anaknya.

“Selama ini kan orangtua terkesan menutup-nutupi perilaku anaknya ketika dipanggil pihak sekolah. Mari mulai sekarang saling bersinergi dan bekerja sama, sehingga bisa segera mengambil tindakan jika ada gelagat yang berubah pada anak. Ini merupakan tanggungjawab kita bersama,” pungkasnya.

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu