Butuh Waktu 18 Bulan untuk Vaksin Wabah Coronavirus

Share this :

Jenewa, koranmemo.com – Organisasi kesehatan dunia (WHO) baru saja menggelar rapat dengan para ahli terkait penanganan wabah coronavirus, Selasa (11/2) waktu setempat. Pertemuan ini mempertemukan 400 pakar kesehatan untuk membahas langkah selanjutnya yang harus diambil dalam waktu dekat, karena WHO memperkirakan masih butuh 18 bulan untuk menyelesaikan vaksinnya.

Kenyataan mengenai vaksin yang masih membutuhkan cukup waktu, memaksa seluruh dunia untuk berpikir keras untuk mengatasi wabah ini. “Dengan asumsi vaksin pertama untuk wabah coronavirus membutuhkan waktu 18 bulan dari sekarang, kita harus melakukan apapun dengan peralatan seadanya saat ini,” ujar Ketua Umum WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari The Guardian.

Saat ini, beberapa kelompok peneliti yang berada di Australia, Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Amerika sedang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan vaksin ini. Upaya ini dipimpin oleh koalisi untuk inovasi kesiapsiagaan epidemi (CEPI), sebuah lembaga yang berdiri tahun 2017 untuk membiayai penelitian terhadap wabah Ebola.

Wabah coronavirus yang menyerang China dan sedikitnya 25 negara lain ini telah menyebabkan lebih dari 1.000 warga meninggal dunia dan menginfeksi lebih dari 42.000 warga. Kecepatan penyebaran virus ini menjadi suatu hal yang sangat dikhawatirkan oleh WHO, karena warga yang tidak memiliki riwayat ke China bisa saja menjadi ujung ‘gunung es’ dari wabah ini.

WHO sendiri menyarankan seluruh negara untuk menjadikan wabah ini sebagai musuh nomor satu, karena dampaknya bisa melebihi aksi terorisme. “Wabah ini dapat menimbulkan dampak yang sangat hebat, melebihi dampak aksi terorisme yang pernah terjadi selama ini,” ujar Tedros

Sebelumnya, seorang pakar yang berasal dari Hong Kong yang juga turut menangani kasus SARS, Profesor Gabriel Leung mengatakan, penularan wabah ini bisa saja mencapai 60 persen penduduk dunia dalam beberapa gelombang jika tidak segera ditangani. Dia juga mendorong evaluasi penanganan wabah ini yang selama ini telah dinyatakan tepat oleh WHO.

Terakhir, Tedros juga mengumumkan nama resmi dari virus yang menyebabkan wabah coronavirus, Covid-19. Nama ini diambil dari ‘corona’, ‘virus’, dan ‘disease’, penamaan virus ini bertujuan untuk menghindari penamaan yang menyangkut ras atau wilayah yang dapat mengundang pemikiran buruk.

“Penamaan terhadap virus ini sangat penting untuk dilakukan, berkaca dari kasus Ebola dan Zika yang mengambil nama dari tempat asalnya. Dari kasus tersebut, banyak terjadi pemikiran negatif masyarakat terhadap suatu tempat meski kasusnya telah terselesaikan,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date