Bus dan Truk Besar Dilarang Melintas

Jembatan Kedak Rusak

Kediri, Memo – Akibat kondisi jembatan Desa Kedak Kecamatan Semen yang retak pelengsengannya dan jembatan kecil di timurnya ambrol, truk bertonase di atas 5 ton dan bus besar dilarang melintas di jembatan tersebut. Dikhawatirkan jika tetap dilintasi oleh kendaraan bertonase besar akan berakibat fatal.

Kondisi Jembatan Desa Kedak Kecamatan Semen yang pelengsengan ambrol (bakti/memo)
Kondisi Jembatan Desa Kedak Kecamatan Semen yang pelengsengan ambrol (bakti/memo)

Sejauh ini kondisi pelengsengan ada keretakan dan perlu mendapatkan perhatian serius dari petugas. Malah petugas Polsek Semen memberi garis polisi di sisi timur jembatan yang tanahnya mulai retak. Setiap hari jembatan ini dilintasi ribuan pengendara yang melintas kota dan kabupaten Kediri.

Hari Wahyu Djatmiko, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri menegaskan, saat ini pemantauan ekstra dilakukan petugas gabungan dari PU, Dishub, BPBD, dan Polsek Semen. Pelesengan retak dan jembatan kecil di sisi timur roboh akibat luapan air kali Kedak yang tinggi.

“Memang perlu perhatian ekstra jangan sampai ada bus besar dan truk bermuatan di atas 5 ton melintas. Makanya ada petugas yang berjaga, jika ini dilanggar akan membahayakan kondisi jembatan yang sudah berumur ini.Selama ini jembatan menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Kediri utamanya warga Desa Kedak, Pagung, dan Joho.” katanya.

Jembatan berukuran 25 meter dan lebar 6 meter ini memang butuh perhatian ekstra. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kediri untuk melakukan pemantauan demi keamanan pengguna jalan.Kemungkinan ada rehab masih perlu dirapatkan lintas instansi.

Hal yang sama disampaikan Kapolsek Semen AKP Riko Saksono. Dia mengingatkan pengemudi bus besar ataupun truk bertonase besar agar tidak melintas di jembatan Desa Kedak. “Kita ingatkan untuk tidak melintas, karena banyak bus yang melintas di jalur ini ke wisata air di Pagung,” ujarnya.(bak)

Follow Untuk Berita Up to Date