Buruh PT. CGL Mogok Kerja, Distribusi Barang Lumpuh

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Aksi mogok kerja sejumlah buruh pabrik PT Cipta Gagas Lestari (CGL) atau perusahaan distributor produk PT Wings Surya Surabaya, hingga Senin (18/3) masih berlangsung. Kali ini aksi juga digelar di depan lokasi cabang perusahaan mereka yang ada di Jl. Raya Solo 147 Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun Gresik.

Akibat aksi itu, distribusi barang dari PT. CGL Madiun ke konsumen di wilayah Madiun sekitar lumpuh. Belasan unit armada L300 dan truk pengangkut barang tidak bisa keluar.

“Perusahaan mau mengelabuhi kami. Armada barang food yang semula di PT CGL Kota Madiun, sejak Minggu kemarin dialihkan ke cabang. Makanya kami sengaja alihkan sebagian massa untuk aksi mogok di cabang perusahaan,” kata koordinator aksi Wahyu Kurniawan, Senin (18/3).

Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) itu, menuntut PT. CGL mentaati UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dengan mengangkat karyawan kontrak atau PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) menjadi karyawan tetap atau PKWTT, dengan memberikan SK pengangkatan. “Kami juga menuntut PT. CGL segera mempekerjakan kembali karyawan yang sebelumnya di PHK,” kata Wahyu.

Karena itu, pihaknya menolak diajak audensi atau mediasi oleh pihak perusahaan bersama Dinas Tenaga Kerja setempat.
“Kita menolak audensi, karena percuma tidak ada hasil sesuai aspirasi kami. Selama tidak ada solusi, kami akan kembali aksi selama satu bulan,” tandasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten Madiun Wijanto Djoko Poernomo, tampak turun gunung. Saat tiba, Ia langsung menuju ke ruang tamu kantor perusahaan dan ditemui Supervisor PT. CGL, Suyono.

Pejabat yang akrab disapa Totok itu menyatakan, tidak bisa berbuat banyak atas aksi buruh tersebut. Sebab, Disnaker tidak pernah diajak koordinasi oleh perusahaan dan belum mengetahui tuntutan buruh.

Selain itu, pihak perusahaan secara administrasi juga tidak pernah melaporkan keberadaan pekerja yang berstatus PKWT ke Disnaker.

“Perusahaan hanya melaporkan ke Disnaker Kota Madiun, karena induknya ada di wilayah Kota. Sehingga untuk penyelesaian tuntutan buruh, menunggu dari perusahaan di pusat,” katanya

Saat itu, Supervisor PT. CGL, Suyono juga meminta solusi ke Kepala Disnaker setempat terkait armada perusahaan yang tidak bisa keluar mendistribusikan barang. Totok menyarankan, untuk sementara distribusi barang dihentikan dulu. Hal ini guna menjaga situasi kondisi tetap kondusif.

“Jika armada keluar maka akan ramai. Sementara biar kondusi seperti ini. Kita tunggu saja hasil keputusan dari pusat perusahaan di Surabaya,” sarannya.

Sementara itu, Supervisor PT. CGL di Kabupaten Madiun, Suyono dikonfirmasi enggan berkomentar, karena beralasan tidak punya wewenang memberikan keterangan di media. “Nanti Pak Tik pimpinan yang memberikan keterangan,” ujarnya.

Diketahui, aksi mogok buruh tersebut dilakukan sejak Kamis (14/3) lalu di induk PT. CGL di Jalan Raya Ringroad Kota Madiun. Kemudian, sebagian beralih aksi di cabang yang ada di Jiwan Kabupaten Madiun.

General Manager PT. CGL, Tekno Sudardji sebelumnya dalam keterangan tertulisnya menyatakan, jika karyawan tidak masuk kerja selama tujuh hari berturut-turut mulai 14-21 Maret, dan telah dipanggil oleh pengusaha dua kali secara tertulis. Maka sesuai pasal 6 Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.232/MEN/2003, karyawan yang bersangkutan akan didiskualifikasikan atau dianggap mengundurkan diri dari perusahaan.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu