Buru 3 DPO Pembunuhan

Jombang, Memo – Usai menetapkan Yolanda Arief Revangga (19) pemuda asal Dusun/Desa Rejoso Kecamatan Peterongan, Qoyum Efendi (20) warga Dusun Kauman Desa / Kecamatan Peterongan serta YW (17) asal Kecamatan Peterongan, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Moh Askur (20), pemuda asal RT 05 / RW 01 Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan, Pihak Sat Reskrim Polres Jombang menyatakan masih memburu tiga orang buron yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti dalam kasus pembunuhan Moh Askur (agung/memo)
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti dalam kasus pembunuhan Moh Askur (agung/memo)

“Total enam orang yang merupakan teman korban sendiri. Sedangkan tiga teman korban lagi berinisial Bo, Hi dan Sa. Mereka telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, AKP Herio Ramadhona Chaniago, saat rilis kasus, Kamis (5/5) siang.

Herio menambahkan, aksi kekerasan berujung kematin Askur sendiri dilatarbelakangi kekesalan para pelaku lantaran korban dianggap sering nilep (menggelapkan) uang teman-temannya.

“Puncaknya pada Minggu (1/5) malam, korban dan para tersangka menggelar pesta miras (minuman keras) di bekas rumah makan Bajang Jl Jl Soekarno – Hatta Jombang. Korban tiba-tiba merogoh saku celana pendek tersangka Yolanda Arief. Kemudian Yolanda menulis pesan tentang itu yang ditujukan ke tersangka lain,” terang Herio.

Selanjutnya tersangka BO (salahs satu DPO) berdiri dan menendang korban dengan kaki kanan. “Aksi ini diiukuti SA (DPO) dan tersangka lain untuk menghajar korban. Meski korban sempat melawan, akhirnya tetap tersungkur karena kalah jumlah. Hingga akhirnya korban ditemukan tewas Senin (2/5),” papar Herio.

Sementara dari lokasi, turut ditemukan sejumlah barang bukti selain botol miras. “Ditemukan juga barang bukti dua pasang sandal, tali warna merah muda serta empat bungkus rokok berbagai merek,” tambah Herio

Atas kasus ini, lanjut Herio, para tersangka dijerat Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan subsidair pasal 170 KUHP ayat (2) ke 3 tentang pengroyokan. “Ancamannya pidana penjara maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Herio.

Diberitakan sebelumnya, Moh Askur ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka lebam di pelipis kiri, mata, tangan, serta lehernya.  Mayat pemuda 20 tahun itu ditemukan di tepi Jl Soekarno – Hatta Jombang, tepatnya di bekas rumah makan Bajang, Senin (2/5) pagi, oleh Sujoko (62) warga Desa Keplaksari. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date