Buron Seminggu, Cak Benu Si Bos Investasi Sapi Bodong Ditangkap

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Setelah buron selama seminggu, otak atau bos investasi sapi bodong CV Tri Manunggal Jaya ( TMJ) Ponorogo, Galih Kusuma alias Ibrahim alias Cak Benu alias GS (40), akhirnya ditangkap petugas Polres Ponorogo.

Pria berbobot 144 kilogram ini, diciduk Polisi dari tempat persembunyianya di apartemen Kalibata City Jakarta Selatan, Sabtu (29/2) malam.

Penangkapan Galih ini sendiri, melengkapi penyidikan petugas dalam kasus penipuan, dengan korban 1.000 orang serta kerugian mencapai Rp 585 miliar.

Kepada petugas, Tersangka Galih berdalih, terpaksa melakukan penipuan bermodus investasi sapi perah, setelah usaha ternak sapi perah miliknya bangkrut. Ia pun akhirnya mengarahkan usaha tersebut menjadi investasi sapi perah dan mendapat respon dari masyarakat. Padahal investasi itu hanyalah bohong belaka.

Tak tangung-tangung, setelah sukses menggaet ratusan mitra (korban.red) di Jawa Timur, ia pun membuka cabang di 7 wilayah sekaligus. Yakni Riau, Jambi, Palembang, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, dan Papua. ” Awalnya memang investasi sapi perah. Tapi kita akhirnya kesulitan untuk membelikan sapi. Gak nutut uangnya, akhirnya saya punya ide untuk diarahkan menjadi investasi fiktif ini,” ujar tersangka Galih saat di keler petugas dalam Pers rilis kasus ini, Selasa (3/3).

Galih mengaku dalam aksinya, uang hasil setoran mitra diputar kembali, dimana Rp 2,3 juta diantaranya dikembalikan ke mitra sebagai keuntungan investasi. Sedangkan sisanya dijadikan kekayaan pribadi. Dalam satu minggu ia mendapat setoran dari Tersangka Hadi Suwito (Direktur CV TMJ) dua kali dalam seminggu, dimana besaran setiap transfer mencapai Rp 300 juta.” Saya dapat transferan dari setoran investasi mitra itu 2 kali seminggu, setiap tranfer dari pak Hadi ini Rp 300 juta besarnya,” akunya.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini, untuk mengungkap adanya tersangka lain dalam kasus ini. Sementara itu, terkait penuluran aset,  CV TMJ memiliki aset bergerak dan tidak bergerak mencapai Rp 5 miliar.

Baca Juga: Ungkap Kekayaan Cak Benu Si Bos Investasi Sapi Perah Bodong

Yang terdiri dari, tanah di Jalan Anggrek Kota Ponorogo senilai Rp 650 juta, Mobil VW Kombi Rp 50 juta, perhiasan emas, berlian, dan batangan emas senilai Rp 400 juta, tanah dan bangunan CV TMJ di Jalan Anggrek Kota Ponorogo senilai Rp 4,5 miliar. ” Jadi dari penelusuran dan penyitaan yang kita lakukan aset investasi ini mencapai Rp 5 miliar, dan semua sementara ini berada di Ponorogo,” ujarnya.

Arief mengaku, hingga kini telah ada 44 orang yang melapor sebagai korban CV TMJ. Dengan total kerugian saat ini mencapai Rp 4,6 miliar.” Sementara ini masih 40 orang melapor. Kami himbau agar para korban yang belum melapor dapat segera melapor,” ungkapnya.

Galih alias Cak Benu sendiri bakal dijerat dengan 3 pasal beralapis, yakni 372 KUHP tentang penipuan, 378 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 3 Undang Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman penjara 20 tahun. Saat ini Cak Benu ditahan di Polres Ponorogo.

Diketahui sebelumnya, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni Direktur CV TMJ Hadi Suwito (33) warga Jalan Menur Nomor 70 RT 03 RW 04 Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan, Bendahara CV TMJ, Ari Setiawan (33) warga Desa Binade Kecamatan Ngrayun. Galih warga Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun sendiri resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu 24 Pebruari lalu.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Della Cahaya