Buron 5 Tahun, Politisi PDI-P Ditangkap di Minimarket

Madiun, koranmemo.com – Mantan Anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 Sonny Sunarso (59) ditangkap Kejaksaan Negeri Madiun di minimarket jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Senin (13/8) malam. Ini setelah buron lima tahun dalam kasus korupsi dana tunjangan kesejahteraan DPRD tahun anggaran 2002-2004.

“Kita mendapatkan informasi, jika bersangkutan mengontrak rumah di Perumahan Manisrejo 2, bersama istrinya. Kemudian kita melakukan pengintaian. Saat dia belanja di minimarket, langsung kita lakukan penangkapan,” kata Kasi Pidsus Kejari Kota Madiun, I Ketut Suarbawa, Selasa (14/8).

Sejak masuk daftar pencarian orang (DPO) lima tahun lalu,  politisi PDIP itu, jelasnya, memang sering berpindah-pindah tempat untuk mengelabuhi petugas.

Setelah diperiksa di Kantor Kejari,  warga jalan Thamrin, gang Kamboja, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun itu, langsung dijebloskan ke Lapas Klas I Madiun.

Terpidana akan menjalani vonis satu tahun pidana penjara dan dengan Rp 50 juta subside dua bulan kurungan. Selain itu, juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 113 juta atau subside enam bulan kurungan penjara. “Dia sudah diputus Mahkamah Agung sejak tahun 2013 lalu,” ujarnya.

Sekedar untuk diketahui, Sonny Sunarso merupakan anggota dewan terakhir yang ditangkap Kejari Kota Madiun. Kasus tipikor 14 pos anggaran DPRD Kota Madiun yang merugikan Negara sebesar Rp 8,3 miliar ini, melibatkan seluruh anggota dewan periode 1999-2004. Termasuk dua mantan Sekertaris Dewan (Sekwan).

 Mereka yang menyandang status terdakwa dalam kasus ini, yakni Ketua DPRD Kota Madiun, Djatmiko Royo Saputro alias Kokok Raya (PDIP) serta dua mantan Wakil Ketua DPRD, Gandhi Yunita (PKB) dan Ali Sahono (Golkar). Kemudian Suhadi (Golkar), Adam Suparno (PDIP), Ali Sholah Baraba (PAN), Ismet Isnanto (PBB), Wisnu Suwarto Dewo (PDIP), Gatot Riyanto (PKPI), Yohanes Sinulingga (Golkar), Suwarsono (PDIP), Kun Ansori (PKB), Supranowo (PDIP), Sonny Sunarso (PDIP), Hidang Jadi (PDIP), Suyoso Adi Purwanto (Golkar) dan Haryo Indro Wibisono (PAN).

Sedangkan tiga orang dari Fraksi TNI-Polri, diadili secara terpisah di Pengadilan Militer Madiun. Sementara Wimbo Hartoyo (PDIP) dan Joko Santoso (PDIP), sudah meninggal dunia. Sehingga kewajibanya untuk menjalani proses hukum (eksekusi), otomatis telah gugur.

Demikian juga dengan tiga orang mantan anggota dewan lainnya, yakni Margono, Kentot Prayitno dan Balok Suparwanto sudah meninggal.

Karena itu, dari seluruh anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 yang berjumlah 25 orang, yang diadili sebanyak 22 orang. Yaitu 11 orang anggota Panitia Anggaran (Panggar), 5 orang anggota Panitia Musyawarah (Panmus) 3 orang yang terdiri dari satu ketua dan dua wakil ketua serta 3 orang dari Fraksi TNI-Polri.

Sedangkan dua mantan Sekwan, yaitu Sulastri yang menjabat tahun 2002-2003 dan Budiono yang menjabat tahun 2003-2004 telah dijatuhi pidana masing-masing selama satu tahun penjara.

“Terdakwa (Sonny Sunarso,red) ini merupakan yang paling akhir kita eksekusi,” tambah I Ketut Suarbawa.

Reporter:M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date