Bupati Ngawi Minta 1 Santri Reaktif Kembali ke Ponpes Dilacak

Share this :

Ngawi, koranmemo.com – Satu dari 11 orang santri Ponpes Al Fatah Temboro asal Kabupaten Ngawi yang dinyatakan reaktif hasil Rapid Test Covid-19 dikabarkan disuruh kembali oleh orang tuanya ke Ponpes Al Fatah Temboro Magetan. Bupati Ngawi Budi Sulistyono membenarkan hal tersebut.

Namun, dia tidak tahu alasan orang tuanya meminta anaknya kembali ke ponpes. “Kita sudah koordinasi dengan Bupati Magetan untuk melacak terhadap satu santri tersebut,” katanya, Rabu (29/4).

Ditegaskan, 11 santri yang dinyatakan reaktif harus tetap melakukan karantina mandiri selama 14 hari, hingga menunggu hasil Swab.

Termasuk karantina mandiri bagi santri lainnya yang non reaktif. “Jika hasil Swab positif, maka harus di isolasi di rumah sakit,” tegasnya.

Sebelumnya, ada sekitar 200 orang santri Temboro yang kembali ke Kabupaten Ngawi. Dan hasil Rapid test, sebanyak 11 orang santri dinyatakan reaktif atau positif. Kini masih menunggu hasil Test Swab.

Reporter Andika Abdilah/Juremi
Editor Achmad Saichu