Bupati Kediri Hadiri Hari Ikan Nasional, Gelar Tumpengan Dengan Bahan Dasar Ikan

Kediri, koranmemo.com – Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) di Kabupaten Kediri dipusatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Rabu (20/11) pagi. Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno,Dede Sujana Sekda Kabupaten Kediri hadir diacara ini.

Kehadiran Bupati Kediri dan Sekda Dede Sujana disambut Nur Chafid Kepala Dinas Perikanan.

Di tempat yang sama dilakukan kenduri ikan dan tumpengan yang berbahan baku  berbagai jenis ikan. Acara ini juga dihadiri seluruh petani berbagai jenis ikan di Kabupaten Kediri. Utamanya yang tergabung dalam kelompok dan pemberdaya pemasaran ikan (pohlasar) Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno mengapreasi kegiatan ini yang bertemakan ‘Mengkonsumsi Ikan Meningkatkan Daya Saing Bangsa’.

Bupati Kediri meminta produksi ikan di Kabupaten Kediri dengan strategi peningkatan diservikasi produk seperti beragam olahan berbahan baku ikan yang diolah menjadi dawet.

“Ini akan digemari anak-anak karena kreasi ini bisa meningkatkan nilai gizi anak dan protein yang dikandung di ikan cukup tinggi. Contoh ikan gabus bisa diolah jadi kapsul. Inilah potensi ikan di Kabupaten Kediri yang perlu diperhatikan karena produksi ikan mencapai 18,5 juta ekor, pembesaran 18.000 ton, ikan hias 297 juta ekor,” jelasnya.

Capaian ini berdampak pada Pendapatan Domestik Regional Brutio (PDRB). Hingga tingkat capaian mencapai  Rp 467 miliar lebih. Upaya harus dilakukan untuk peningkatan produksi dengan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Ikan sangat penting untuk peningkatan gizi orang.

Sementara Dede Sujana mengatakan pada tahun 2020 tidak saja meningkatkan produksi  dan tingkat konsumsi ikan namun memaksimalkan teknologi dan energi positif. Sehingga jejaring komunikasi akan lebih matang dan semakin luas pemasaranya. Pembinaan ini akan terus berkelanjutan.

“Kontribusi sektor perikanan di Kabupaten Kediri terus dalam peningkatan. Upaya memberikan pelatihan adalah hal yang kongkret untuk fasilitasi perizinan,pengendalian mutu produksi dan pembinaan untuk peningkatan standar mutu perikanan Kabupaten Kediri untuk bisa bersaing di pasar nasional,” ujarnya.

Nur Chafid Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mengatakan produksi ikan di Kabupaten Kediri hingga per 15 Nopember 2019 tercatat 14.000 ton dan stok hingga akhir tahun sangat mencukupi hingga surplus 6.000 ton dan untuk kebutuhan luar daerah di Jatim, Jawa dan Bali mencukupi.

“Kita tidak akan kekurangan ikan di Kabupaten Kediri sekalipun tingkat konsumsi ikan tinggi. Karenanya kita buat bazaar ikan dengan jumlah peserta 22 pengusaha pengelola ikan.  Bazar ikan untuk mengenalkan produk ikan ke masyarakat. Apa yang disampaikan Bupati Kediri akan kita jadikan lecutan untuk menambah produksi ikan di Kabupaten Kediri semakin berkembang,” jelasnya.

Sementara Muhson salah satu pengusaha dan pengelola ikan gurame dan juga peserta  bazaar mengaku senang dengan bazaar ini. Setiap awal bulan bazaar digelar, warga Susuhbango Ringinrejo ini terbantu penjualan dan banyak pembelinya. “Satu hari omzet bisa Rp 1 juta lebih dan ikan gurame yang kita jual bisa habis 2 kuintal,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Susanti pelaku usaha dawet berbahan baku ikan mengaku senang dengan bazaar ikan di Disperikan ini. Shanti merasakan banyak manfaatnya mengikuti pembinaan proses mengelola masakan berbahan baku ikan dari Pemkab  Kediri. ”Omset sehari bisa 500.000 hingga 750.000,” ujarnya (adv pemkab kediri)

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date