Bupati Kediri Dampingi Gubernur Jatim Sambut Kunjungan Kerja Empat Menteri

Kediri, koranmemo.com – Kunjungan empat menteri di Kabupaten Kediri, Sabtu (31/8) siang di Pendopo Kabupaten Kediri disambut Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kediri Drs. Masykuri dan pejabat forkompimda Kabupaten Kediri dan forkompimda Kota Kediri. Selanjutnya rombongan empat menteri ini menuju Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grogol.

Empat menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Jalil, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Eko Putro Sanjoyo. Kehadiran empat menteri kabinet kerja didampingi Gubernur Jatim Kofifah Indar Parawansa.

Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno mengapresiasi kehadiran empat menteri dan gubernur Jawa Timur untuk memberikan penjelasan terkait keberadaan bandara sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki keuntungan besar bagi warga sekitar di wilayah Grogol, Banyakan dan Tarokan.

“Kami berterimakasih atas kehadiran bapak menteri dan ibu Kofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Tentunya hal ini akan menjadi perubahan besar secara ekonomi warga karena mendapatkan ganti rugi secara layak. Terlebih lagi nanti ada pemberdayaan maksimal untuk usaha dan dagang bagi warga kedepanya,” jelasnya.

Ditambahkan Bupati Haryanti, perubahan ekonomi secara mendasar akan berpengaruh untuk kesejahteraan warga. Karena itu pelatihan pengembangan UMKM dan usaha lainnya perlu dilakukan supaya  terus berkelanjutan. Untuk itu perlu koordinasi dan sinergi dalam pengembangan kawasan bandara ini.

Luhut Binsar Panjaitan Menko Bidang Kemaritiman mengatakan pembangunan bandara ini ditargetkan dua tahun. Kesempatan kerja akan banyak utama turis lain dan ini istimewa karena Kabupaten Kediri terpilih memiliki Bandara Internasional dari tujuh daerah di Propinsi Jawa Timur.

“Saya yakin 2020  mulai Ground Breaking, karenanya ini harus didukung agar proyek ini bisa berjalan lancar. Ini adalah intruksi Presiden yang harus dijalankan dan dikerjakan serius seperti di Kulonprogo dan Majalengka. Bisa jadi nanti ada pekerja di Bandara,ada yang pramugari,pramugra dan karyawan lainya,” jelasnya.

Sofyan Jalil Menteri Agraria dan Tata Ruang mengatakan desa sekeliling bandara akan mendapatkan sertifikat tanah. Warga yang tanahnya dibeli akan disertifikatkan. Karena tanah yang disertifikatkan nanti usaha bandara berkembang dan usaha warga juga berkembang. Diharapkan jika sertifikat ada jangan di gadaikan ke Rentenir.

“Bisa merugi nantinya dan pembebasan tanah di bandara biasanya mengacu pada UU No 2 tahun 2012 tentang pembebasan tanah untuk kepentingan umum. Kita harapkan tanah di sekitar Bandara ini tidak mengunakan  UU tersebut karena sejauh ini semua kita bebaskan tanah  sesuai prosedur yang ada dan menguntungkan warga,” jelasnya.

Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan mengapresiasi adanya pembangunan bandara ini dengan semangat membangun warga Kabupaten Kediri. Budi mendapatkan mandate dari pemerintah terkait Bandar udara di Kabupaten Kediri dan berharap warga bisa mendukung proyek bandara ini dan mengakui Kabupaten strategis untuk adanya Bandara.

Menteri Desa dan Daerah Tertingal Eko Putro Sanjoyo mengatakan program bursa Inovasi desa dan adanya desa percontohan. Di empat desa yang terdampak Bandara di Grogol ini akan dijadikan percontohan dan mendapatkan suntikan anggaran 1,4 milyar. Hal ini untuk tambahan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).

“Kita akan berkoordinasi dengan gubernur Jatim untuk pengembangan desa  utamanya pengembangan wisata desa. Untuk menunjang SDM perangkat desa tahun ini pemerintah akan mengirim 500 kepala desa,pengurus BUMdes,perangkat desa ke luar negeri. Ini untuk belajar pengembangan ekonomi desa dan UMKM,” jelasnya.

Kofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyambut gembira adanya Bandara di Kabupaten Kediri, adanya bandara ini tentunya dibarengi adanya kualitas SDM dan berharap menteri-menteri sering ke Jawa Timur untuk memberi semangat saling membangun kesepahaman.

“Karenanya perlu kumunikasi dan sinergi hingga akhirnya tumbuh kekuatan bersama untuk membangun Jawa Timur. Penguatan sisi ekonomi dan konsolidasi sosial diantara seluruh warga di Jawa Timur. Mari tingkatkan kebersamaan untuk membangun negeri agar lebih maju kedepan dengan program strategis,” jelasnya.(adv)

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date