Bupati Kediri Apresiasi Kreasi Panji Mendunia

Kediri, koranmemo.com – Dalam seminar Nasional Panji di Lantai V Simpang Lima Gumul (SLG),Sabtu (25/3) siang, Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno yang membuka seminar tersebut mengakui bangga dengan kreasi cerita Panji yang sudah diakui dunia. Seminar ini menampilkan pembicara diantaranya Prof. Dr Wardiman Joyonegoro, Tri Handoyo Dosen Universitas Negeri Malang.

Sedangkan tamu undangan diantaranya Sekda Kabupaten Kediri, H.Supoyo S.H, M.S.i, Kepala Perpustakaan Nasional, Kepala Disdikpora Jatim, guru sejarah SMA, dosen sejarah dari Jawa dan Bali. Kreasi cerita Panji dalam bentuk aneka karya mulai  sendratari, musik, topeng dan Tari.
Bahkan masuk nominasi naskah kuno untuk Memory Of The World (MoW) United Nation Educational Scientific and Organesaton (Unesco).  Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri ini mengajak kalangan muda di Kabupaten Kediri untuk mengenal cerita Panji.
“Hal ini merupakan legenda cerita asli Kediri sehingga adanya seminar nasional ini sangat bermanfaat bagi kalangan pelajar,mahasiswa, guru,dosen atau warga. Terlebih saat ini cerita Panji sudah mendunia. Cerita Panji juga masuk dalam daftar nominasi yang diakui Unesco,” katanya.
Haryanti menambahkan, hendaknya apresiasi dari badan kebudayaan PBB yang mulai dikenal harus diapresiasi demi kemajuan budaya dengan kearifan lokal Kabupaten Kediri. Cerita Panji sudah dikenal di Thailand, Malaysia,Myamar dan Singapura sebagai cerita yang asli yang terus digali.

Sementara Prof Dr Wardiman Joyonegoro pengamat budaya yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI ini mengakui cerita Panji memang sudah dikenal di berbagai negara di Asia sejak tahun 1700. Sebelumnya sudah dikenal di wilayah Indonesia Timur.
“Pemkab Kediri harus mampu memperkenalkan lagi cerita Panji melalui pelajar SD,SMP,SMA dan Mahasiswa. Karena saat ini anak muda jarang mengenal Panji. Saya sependapat dengan Pemkab Kediri yang membangkitkan kembali cerita Panji yang sudah ada sejak tujuh abad lampau. Ini sangat istimewa,” katanya.

Ketua Yayasan Putri Indonesia ini menambahkan, di Kabupaten Kediri sudah ada pariwisata namun dengan adanya legenda Panji ini yang dibuat karya beragam cerita, idealnya memang harus masuk dalam kegiatan ektra kurikuler hingga murid mengenalnya dengan baik.
“Ini cerita kearifan lokal Kabupaten Kediri dan Jawa Timur. Namun yang berperan besar adalah Kabupaten Kediri. Sekarang tidak saja,Sendratasik,Wayang,Musik dan Tari namun juga fashion dengan mengenalkan Panji melalui disain baju yang dimotif dan berkarakter khas Kabupaten Kediri,” katanya.(adv)

Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.