Buntut Teror di Ponpes, Petugas Gabungan Razia Orang Gila

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Guna mencegah aksi teror orang gila yang terjadi di lingkungan pondok pesantren (ponpes) dan tempat ibadah, petugas gabungan Pemkot Madiun, TNI dan Polri menggelar razia orang gila (orgil) dan gelandangan, pengemis (gepeng) di wilayah Kota Madiun, Kamis (22/2).

Hasil razia, petugas berhasil mengamankan empat orang gepeng dan satu orgil dari lokasi berbeda. Setelah didata,kelimanya dibawa ke UPT Loka Bina Karya di jalan Srindit, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

“Kita adakan pembinaan sosial, mental manakala ada yang perlu kita rujuk untuk ODGJ (orang dengan gangguan jiwa)-nya di RSJ Lawang, Malang. Untuk warga Kota Madiun jika ada, ya akan kita pulangkan ke keluarganya,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsos, PP dan PA Kota Madiun, Mahmudi, Kamis (22/2).

Sementara itu, Kepala Unit Pengamanan Obyek Vital (Kanit Pam Obvit) Polres Madiun Kotam Iptu Timbul mengharapkan dinas terkait dapat memberikan pembinaan terhadap anjal maupun gepeng. Sementara bagi orgil, disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit jiwa.

“Kita mengharapkan operasi ini nantinya dari Dinas Sosial dapat melakukan pembinaan, kemudian dikembalikan ke keluarganya, kalau itu bisa (memungkinkan.red),” katanya.

Sebelumnya, Selasa (20/2) orang tidak dikenal diduga orgil berada di tiga lokasi berbeda di Kota Madiun secara bersamaan. Pertama orgil berada di mushola Al Mina yang terletak di rumah Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo. Selain itu, orgil juga berada di ponpes Riyadlul Jannah pimpinan K.H Zainal Abidin di jalan Jambu dan salah satu Masjid di Sleko yang dikelola Kyai Abdul Basyid Basyiron. Para orgil diamankan Polres Madiun Kota.

Reporter: M. Adi Saputra/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.